Wujudkan Sinergitas yang Lebih Erat, Kapolda Jabar Sambangi Ulama dan Umaroh di Ponpes Darussalam

 

Tribratanews.com – Demi mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara ulama dan umaro, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan bersama beberapa Pejabat Utama Polda Jawa Barat kunjungi pondok pesantren Darussalam di Kasomalang, kabupaten Subang, Rabu (23-08-2017).

Kunjungan tersebut langsung di sambut hangat oleh seluruh santri dan santriwati serta pimpinan ponpes tersebut. Setelah melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah, Irjen Pol Anton Charliyan kemudian menyampaikan sambutannya di aula Ponpes tersebut.

Di depan ribuan santri dan santriwati, Anton Charliyan mengatakan bahwa kunjungan tersebut selain untuk mempererat jalinan silaturahmi, kunjungan itu juga bertujuan untuk mempererat sinergitas antara ulama dan umaro. Sebab kata Anton Charliyan, saat ini di Indonesia ada satu gerakan yang tidak bisa di hadapi dan di lawan dengan biasa biasa saja,

“Harus dengan gerakan yang luar biasa, untuk itu saya merangkul semua pihak mulai dari kalangan pemuda, Ormas, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Mahasiswa, para Rektor, Dosen dan seluruh masyarakat untuk bersatu melawan gerakan gerakan radikalisme yang di sinyalir mulai berkembang di Indonesia” sebut Jendral bintang dua itu.

Masih di tempat yang sama, Selain memaparkan tentang Radikalisme, Mantan Kadiv Humas Polri itu juga mengatakan bahwa Polri telah memberikan kuota khusus kepada para santri dan santriwati yang ingin menjadi anggota Polisi yaitu santri-santri penghafal Alquran,

“Jami butuh hafidz Alquran dan kalau ada yang merasa memenuhi syarat, sehat jasmani dan rohani tinggi badannya mencapai, silahkan mendaftar Insya Allah ada talent scoting (Kuota khusus) untuk para Hafidz Alqur’an” Jelasnya.

Di akhir sambutannya, Anton Charliyan yang dikenal sangat akrab dengan warga mudah berbaur dengan masyarakat tanpa mengenal jenjang sosial, langsung memanggil puluhan santri dan santriwati untuk tampil kedepan menjawab pertanyaan pertanyaan yang berhadiah, sontak 13 orang santri dan santri wati berebut maju kedepan untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Anton Charliyan.

Dengan penuh semangat satu persatu menjawab pertanyaan lalu di ganjar dengan beberapa bingkisan, setelah itu mereka lalu berfhoto bersama, suasana berubah menjadi suasana yang diwarnai dengan keakraban antara Jendral berbintang dua itu dengan para santri dan santriwati berebut satu persatu melakukan swafoto.

(Tribratanews.com /Heri Siswanto)

Related Posts