Waka Polres Lamongan Buka Diskusi “Mencegah Potensi Radikalisme dan Terorisme Di Kabupaten Lamongan”

Tribratanews.com – Wakapolres Lamongan, Kompol A Mukti SAS, SH,SIK,MSI, membuka acara FGD (Focus Group Discussion) membahas tentang
“Mencegah Potensi Radikalisme dan Terorisme Di Kabupaten Lamongan”.

Acara yang di Grand Mahkota Hotel Lamongan tersebu, diikuti peserta dari anggota Polres Lamongan, Ketua RT/RW di Kabupaten Lamongan, dan Satpam
serta Hansip di Kabupaten Lamongan.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Pusham Surabaya ini bukanlah yang pertama kali, namun merupakan forum lanjutan dari beberapa forum yang telah
diselenggarakan sebelumnya.

Pusham Surabaya adalah sebuah lembaga yang bergerak di isu-isu kebangsaan turut mengambil bagian sebagai aktor yang ikut merasa gelisah dengan
hadirnya persoalan-persoalan yang menimpa wajah masyarakat kita dewasa ini, khususnya dalam lingkup wilayah Jawa Timur.

Untuk itu Pusham Surabaya berkejsa sama dengan Polres Lamongan mengadakan FGD ini, Kegiatan FGD lanjutan ini penting dengan semakin diperluasnya
keterlibatan para Stakeholder dan kedalaman materi yang diulas.

Wakapolres Lamongan sedikit bercerita mengenai Kelompok Napiter atau Narapidana Teroris yang dulu terlibat dalam kasus Bom Bali, tapi sekarang, bahkan
bisa dibilang menjadi suatu panutanbagi mereka-mereka yang ingin kembali ke jalan yang benar.

”Napiter kemarin Bom Bali 1, sekarang mendirikan sebuah yayasan bernama Lingkar Perdamaian dimana seluruh anggotanya adalah mantan teroris dan para
pengikutnya. Bersama BNPT juga membangun sebuah TPA untuk tempat menimba ilmu disana,” jelas Wakapolres.

” Kami sangat optimis dengan Lamongan menjadi pelopor atau bisa dibilang sebagai tempat penyembuhan bukan sarang teroris lagi,” imbuh Kompol A
Mukti.

Setelah Wakapolres Lamongan membuka acara diskusi tersebut, dilanjutkan dengan Pemberian Materi ke 1 (satu) tentang ” Pencegahan Terorisme dan
Radikalisme dari Pendekatan Kamtibmas” yang dipaparkan oleh Kasat Binmas Polres Lamongan, AKP Yanti Bekti, lalu pemberian Materi ke 2 (dua) tentang ”
Intoleransi Sebagai Awala Mula Radikalisme dan Terorisme” yang dipaparkan oleh Dosen Fakultas Ushulludin IAIN Tulungagung, Akhol Firdaus, S.Pdi, M.Pdi.

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Lamongan – Polda Jatim]

Related Posts