Usai Habisi Nyawa Istrinya, Suami Pencemburu Asal Kota Kediri Iris Tangannya Sendiri

Tribratanews.com – TS, pelaku pembunuh Yanti Puspo Rini, istrinya sendiri, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, Jumat (11-08-2017).

Bapak dua anak asal Dusun Geneng, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri ini mulai sadarkan diri.

“Untuk kondisi pak Tri sudah mulai sadar. Keadaanya baik. Dia sudah dirawat di ruangan, setelah dipindah dari IGD,” ujar Eti, Humas Bhayangkara, Kota Kediri, Kamis (10-08-2017).

Tri Sationo mengalami luka sayatan di nadi tangannya dalam percobaan bunuh diri usai menghabisi nyawa istrinya dengan cara menusukkan pisau ke dada hingga tebus ke punggung.

Polisi belum bisa memintai penjelasan terduga pelaku dengan alasan kondisi kesehatannya yang belum memungkinkan. “Tri belum bisa kami mintai penjelasan,” aku Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, malam sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, pasangan suami-istri ini masih terlihat mesra. Pada Rabu (09-08-2017) pukul 21.00 WIB, keduanya diketahui berboncengan bersama anak sulungnya Rasa, naik sepeda motor.

Tri menjemput korban di tempat kerjanya di rumah makan soto dan rawon tepi Jalan Raya Desa Maron. Sehari-hari ibu dua anak ini memang bekerja sebagai karyawan disana. Malam itu, dia sedang mendapat giliran shif malam, berangkat pukul 14.00 WIB dan pulang pukul 21.00 WIB.

Usai menjemput istrinya, Tri mampir ke warung nasi goreng untukanak sulungnya Rasa, yang masih duduk di kelas 1 SD. Mereka kemudian pulang dan langsung menutup pintu. Tidak terdengar pertengkaran diantara mereka. Hingga akhirnya, sekitar pukul 01.30 WIB warga mendengar rintihan suara minta tolong.

“Sewaktu kami keluar rumah, melihat Mbak Yanti duduk disamping pagar depan rumah sambil merintih kesakitan. Dia memegangi perutnya yang sudah terlumuri darah. Katanya baru saja ditusuk oleh suaminya,” aku Bek Iyem tetangganya.

Yanti baru saja keluar dari rumah. Dia masih memakai pakaian kaos oblong dan celana pendek mirip orang yang baru saja bangun tidur. Menurut warga, sedikitnya ada dua luka tusukan di dada dan di perut. Korban diduga lari keluar untuk menyelamatkan diri usai diserang suaminya. Sementara anak sulungnya berdiri di dekat sang ibu.

“Anaknya ada di sebelah ibunya yang kesakitan. Rasa hanya diam, karena memang mengalami tuna wicara,” imbuhnya.

Tanpa banyak pertanyaan, warga langsung membawa korban ke rumah sakit. Pak Amir dan Karnotolah yang mengangkat korban ke mobil kemudian melarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediei. Tetapi sewaktu dalam meja dorong rumah sakit paling dekat itu, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Sepanjang perjalanan dari rumah ke rumah sakit, Mbak Yanti sudah tidak sanggup berkata apapun. Tibuhnya lemas mungkin karena kehabisan darah,” ungkap istri Karnoto yang ditemui di rumahnya.

Sesaat setelah mengantar korban, warga masuk ke dalam rumah Tri. Disana suami korban dalam kondisi terkapar. Di lengannya menganga bekas luka irisan. Sementara darahnya menggenangi sekitar tubuhnya. Ada sebilah pisau dapur yang berlumuran darah. Benda tajam ini diduga baru saja dipakai Tri untuk menghabisi istrinya lalu bunuh diri.

Tri langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Kediri. Dia diduga sebagai pelaku pembunuhan istrinya sendiri. Polisipun langsung menjaganya. Sebab, pria yang memiliki keahlian di bidang tukang batu ini tidak sadarkan diri.

Kematian Yanti membuat keluarganya terpukul, terlebih Sri Mulyani, ibu korban. Suasana duka tampak menyelimuti rumah sang ibu di Desa Maron Timur RW 5.

“Ibunya masih shock, belum bisa diajak berkomunikasi. Kami merasa kasihan. Sebab, hanya Yanti yang biasanya menemeni bersama cucunya, anak pertama korban,” kata tetangga Sri Mulyani ditemui di sebelah rumah duka.

Yanti merupakan anak kedua Sri Mulyani dari dua bersaudara. Kakaknya Aris Sutanto tinggal di Kalimantan. Setelah mengetahui adik kandungnya meninggal, sang kakak merencanakan pulang, pada Jumat (11-08-2017).

“Pak Tri dan Mbak Yanti lebih sering tinggal disini (dirumah Sri Mulyani). Kedua anaknya juga disini. Kalau malam hari baru pulang ke rumahnya sendiri di Dusun Geneng,” imbuh tetangga yang tingga di sebelah barat rumah Sri Mulyani.

Menurut para tetangga, Tri tergolong pria pekerja keras, tetapi pencemburu. Kepribadian ini yang diduga menjadi penyebab pertikaian antara suami-istri ini. Bahkan, kasak-kusuk menyebutkan kepulangan terduga pelaku sewaktu bekerja di Malaysia karena menaruh rasa cemburu yang berlebihan terhadap istrinya.

“Pak Tri alias Gotri ini sempat bekerja beberapa saat di Malaysia. Dari kontrak kerja 2 tahun, ternyata belum sampai setahun sudah pulang. Katanya tempat kerjanya mengerikan. Tetapi menurut warga sekitar karena rasa cemburu terhadap istrinya,” ungkap pria yang ditemui memakai topi dan berkaos warna hijau ini.

Ditanya adanya motiv dugaan pembunuhan yang dilakukan Tri kepada istrinya karena cemburu buta, Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Ridwan Sahara belum bisa menjawab. Alasannya dia belum bisa mengambil keterangan terduga pelaku.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polresta Kediri – Polda Jatim]

Related Posts