Ungkap Sindikat Narkoba, Polres Jayapura Tangkap 3 WNI dan 3 WNA

Tribratanews.com – Sat Narkoba Polres Jayapura, Papua, berhasil menangkap enam tersangka terkait, penyalahgunaan, memiliki atau mengedarkan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Wakapolres Jayapura Kompol Iip Syarif Hidayat SH, didampingi Kasat Narkoba Iptu Gondam P SIK ,saat release pengungkapan kasus ganja di Aula Obhe Reay May Polres Jayapura, Rabu (11-10-2017).

Kompol Iip mengatakan, penangkapan para pelaku berawal dari patroli Team Elang pada Sabtu 7 Oktober 2017 sekitar pukul 01.00 Wit dini hari melaksanakan sweping di batas kota dan berhasil mengamankan TS (32) yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja dengan jumlah 30 plastik ukuran besar dan 2 plastik ukuran kecil.

Kemudian tim bersama Sat Narkoba dan piket fungsi Polres Jayapura melakukan pengembangan ke daerah Pos VII atas Sentani sehingga kembali berhasil mengamankan 2 tersangka BI (18) dan BM (24) dimana ketiga tersangka tersebut merupakan warga negara Papua New Guinea (PNG).

Dari ketiga tersangka tersebut anggota kembali melakukan pengembangan di BTN Lembah Vuria Yahim Sentani dan kembali berhasil menangkap YM (41), JF (24) serta JY (40) dengan barang bukti 6 bungkus plastik besar, 2 bungkus plastik bening ukuran sedang dan 1 bungkus plastik hitam ukuran sedang.

“Jadi jumlah keseluruhan barang bukti yang berhasil kita amankan kurang lebih 5 kilogram ganja dengan 6 orang tersangka, 3 warga negara PNG dan 3 warga Indonesia, dimana salah 1 tersangka berinisial YM (41) merupakan anggota Satpol PP Kota Jayapura dengan status honorer,” ujar Kompol Iip.

Sementara itu, Iptu Gondam mengatakan keenam tersangka ditangkap di tempat berbeda, 1 di batas kota antara Wilayah Sentani dan Kota Jayapura, 2 orang di daerah Pos VII Sentani dan 3 (tiga) orang lagi di BTN Lembah Vuria Yahim Sentani

“Jadi semuanya saling keterkaitan dan masih dalam penyelidikan mendalam kami. Untuk ancaman hukuman bervariasi, TS (32), BI (18) dan BM (24) kami kenakaan pasal 111 ayat (2) subsider pasal 127 ayat (1) dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara, sedangkan JF (24), JY (40) dikenakan pasal 111 ayat 1 dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara dan YM (41) dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider 111 ayat (1) jo 127 ayat (1) dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara,” ungkapnya.

[Tribratanews.com/Humas Polda Papua]

Related Posts