Tim Inafis Polres Wonogiri Lakukan Olah TKP dalam Kasus Penemuan Mayat di Hutan Jatiroto

Tribratanews.com – Seperti biasa, Surip dan Tarno warga Dusun Mesu, Desa Boto, Kecanatan Jatiroto tiap hari keluar masuk kawasan Petak 14-1 RPH Perhutani Dawungan BKPM Purwantoro KPH Surakarta. Tujuannya tentu tak lain untuk mencari daun-daun yang digunakan sebagai pakan ternak. Apalagi jelang hari raya kurban, keduanya lebih giat lagi untuk mencari dedaunan itu, agar ternak-ternak mereka semakin gemuk dan laku dijual dengan harga tinggi.

Senin (21-08-2017), keduanya sudah mulai menyisir jengkal demi jengkal hutan milik perhutani itu, sembari terus memangkas beberapa tanaman yang daunnya disukai hewan ternak. Sampai saat Tarno mencium aroma tak sedap di sekitar sungai kecil di tempat itu, dan mendorongnya untuk menelusuri bau apa gerangan yang semerbak itu.

Rerimbunan semak satu persatu disibak. Sampai akhirnya pandangan matanya menangkap sebuah benda mencurigakan, tersembul dari dalam sungai kecil di sana yang ternyata adalah sebuah telapak tangan manusia.

Tarno pun segera memanggil Surip untuk melihat apa yang ada, setelah dipastikan bahwa itu telapak tangan manusia, keduanya segera menghubungi warga sekitar untuk memberitahu apa yang terjadi. Dan setelah beberapa warga berdatangan meninjau lokasi, maka diputuskan untuk melaporkan hak itu ke kepala desa dan Polsek Jatiroto.

Mendapat laporan, pihak Polsek bersama tim inafis dari Polres Wonogiri mendatangi tempat ditemukannya mayat tersebut. Dipimpin langsung oleh Kasatreskrim AKP Muhammad Kariri, tim inafis segera melakukan olah TKP. Beberapa barang bukti yang diyakini bisa dijadikan bahan pengungkapan kasus segera dikumpulkan. Sementara jenasah yang diduga sudah meninggal selama sebulan itu langsung dibawa ke RSUD Dr Muwardi Surakarta.

Jenasah tanpa identitas itu memang diduga telah lama meninggal, hanya saja faktor penyebabnya belum diketahui. Petunjuk sementara yang bisa didapat hanyalah jenis kelamin dari jenasah yang dipastikan perempuan, itu berdasarkan pakaian yang dikenakannya. Bukan dari tanda fisik jenasah, sebab proses pembusukan yang telah terjadi membuat tubuh mayat itu sudah rusak, bahkan kepalanya juga tinggal tengkorak, sehingga tentu susah untuk menentukan jenis kelamin dan identitas lainnya.

“Untuk sementara kami baru mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari warga. Sehingga dari data yang terkumpul, nanti bisa digunakan untuk mengungkap kasus ini, termasuk penyebab kematian serta identitas korban,” jelas AKP Muhammad Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, Jawa Tengah, AKBP Mohammad Tora.

 

[Tribratanews.com/Humas Polres Wonogiri]

Related Posts