Tiga Pengedar Sabu di Kutai Kartanegara Diringkus Polres Kukar

 

Tribratanews.com – Belakangan ini sejumlah kawasan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), jadi sasaran sasaran peredaran gelap para pemain narkoba. Mau tidak mau petugas Polres Kukar sampai ke tingkat Polsek, harus bekerja keras.

Seperti pada hari Minggu (11/3/2018) dini hari, petugas Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Kukar dipimpin Iptu Romi berhasil meringkus 3 orang penyalaguna barang terlarang jenis sabu.

“Mereka bertiga termasuk jaringan narkoba jenis sabu “infor” dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,” tegas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar.

Menurut Kepala Satuan (Kasat) Reskoba Iptu Romi, terungkapnya jaringan sabu Kukar-Nunukan tersebut bermula dari informasi diperoleh jajarannya, jika belakangan ini warga Tenggarong Seberang, khususnya Desa Teluk Dalam, merasa resah.

Pasalnya di situ sering terjadi transaksi Narkoba serta pesta sabu. Maka sejumlah petugas dikerahkan menyelidiki. “Diperlukan waktu sekitar sebulan bagi kami, untuk penyelidikan,” ujar Romi.

Meskipun sudah mengantongi identitas sejumlah terduga pelaku, namun polisi tak langsung bertindak. Diperlukan waktu untuk mengetahui semua “kebiasaan” maupun “cara main” para terduga pelaku dalam jaringan sabu asal luar daerah tersebut.

Begitu semua informasi penting sudah diperoleh, maka petugas Sat Reskoba langsung menggerebek sebuah rumah di Kilometer (Km) 7 jalan poros Tenggarong Seberang.

Ketika penggerebakan tersebut polisi terpaksa meletuskan sejumlah tembakan ke udara, lantaran terduga pelaku berusaha kabur. Begitu “dar-der-dor” terdengar, seketika membuat pelaku yang saat itu 2 orang, yakni Ramli alias Amri (21) dan Arno (31), gagal meninggalkan TKP. Bahkan Amri sempat menabrak kaca jendela belakang rumah itu, saat hendak melarikan diri.

“Kami terpaksa memberi tembakan peringatan karena kedua pelaku, Amri dan Arno berusaha kabur, padahal rumah itu sudah dikepung,” tambah Romi.

Amri dan Arno tak berkutik. Karena saat digerebek, keduanya sedang asyik nyabu. Dari TKP disita sejumlah barang bukti, seperti sebuah pipet kaca, korek api gas serta 2 buah HP.

Kepada polisi, keduanya kemudian menyebut selama ini mendapatkan sabu dari rekannya, bernama Agus Alias Asdar (48), tinggal di Jl Pangeran Suryanata, Samarinda. Tidak buang waktu lagi, polisi langsung meluncur ke kediaman Asdar.

“Sejumlah jam 2 dinihari, kami masuk ke rumah Asdar. Semula dia tidak mau mengaku. Tapi ketika dilakukan pemeriksaan, anggota kami menemukan sebanyak 59 poket sabu atau seberat 62,89 Gram, Asdar lalu mengaku. Uniknya, sabu itu disembunyikan dalam sebuah guling di kamar tidur Asdar,” jelas Kasat Reskoba ini, lagi.

Setelah tertangkap basah dengan 59 poket sabu, Asdar hanya pasrah digelandang petugas ke Kantor Polres Kukar, terletak di Jl Wolter Monginsidi, Tenggarong. Dalam penjelasannya, Asdar menyebut sekira 2 pekan lalu mengambil sabu itu di Nunukan. Aksi bisnis terlarang itu dilakoninya selama beberapa bulan terakhir.

“Saya terpaksa berbisnis Narkoba karena pendapatan sebagai chekker di sebuah perusahaan tambang di Tenggarong Seberang, tak seberapa. Sedangkan dari bisnis sabu, setiap pengambilan sebelum tertangkap, keuntungannya 2 kali lipat. Seperti terakhir itu, saya ambil sabu seharga Rp 31 juta lebih,” ujar Asdar yang dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Junto Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, sehingga terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

(humas polres kutai kartanegara)

Related Posts