Terorisme, Bullying dan Pengawam Anak Jadi Materi Binluh Kapolsek Sawahan Surabaya Usai Sholat Isya Berjamaah

Tribratanews.com – Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya Kompol Yulianto SH, M.Hum, memberikan penyuluhan (Binluh) kepada para jamaah Masjid Miftahul Huda Jalan Petemon Sidomulyo 3-A No. 1-3, Surabaya, usai melaksanakan sholat isya, dengan maksud dan tujuan ingin lebih mempererat hubungan silaturrohmi, Jumat (26-07-2017).

Yulianto mengajak untuk bersama-sama menciptakan rasa aman, nyaman dan tenang diwilayah hukum Polsek Sawahan, “Tidak akan tercipta situasi aman tanpa adanya peran aktif dan bantuan dari pada Bapak dan Saudara para jamaah Masjid Miftahul Huda yang hadir pada saat ini.” kata Kapolsek.

“Pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan di Negara kita ini, dimana dalan Negara Indonesia banyak terdapat Suku, agama, ras dan adat istiadat sehingga kita harus mewaspadai aksi-aksi teror yang mengatas namakan agama padahal agama tidak pernah mengajarkan aksi teror, selain itu juga disampaikan bahwa kita semua belajar agama untuk melembutkan hati kita dan mengasihi sesama bukan menjadikan kita menjadi tambah jahat kepada sesama dengan banyaknya aksi teror di negara ini maka pemerintah mengadakan pengawasan terhadap ormas-ormas yang menyimpang,” tambah Yulianto.

“Pemerintah membubarkan ormas HTI karena membahayakan persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu Polri akan melakukan pengawasan terhadap Ormas HTI apabila masih ada kegiatan HTI yg memakai simbul HTI maka Polri akan menindak tegas kegiatan tersebut,” jelas Kapolsek Sawahan.

Selain itu, dimbau kepada para jamaah akan bahaya bullying/ perundungan/ ejekan terhadap teman sekolahnya yang cenderung mengakibatkan kerusakan psikis maupun trauma kejiwaan, sehingga diharapkan masyarakat tidak melakukan perbuatannya.

Kapolsek juga menyampaikan hendaknya masyarakan semua menggunakan etika dalam menggunakan medsos, mengimbau jangan mudah untuk menghina atau
mencemarkan nama baik seseorang dengan cara menyebarkan berita hoax yang bisa berdampak merugikan orang lain, dan apabila hal itu dilakukan maka akan dijerat dengan undang-undang ITE.

Kapolsek Sawahan memungkas pidatonya agar para orang tua mengawasi anak-anak yang dibawah umur 18 tahun, agar tidak menjadi pelaku tindak pidana maupun korban tindak pidana, karena saat ini banyak sekali anak-anak yang menjadi pelaku kejahatan kata. (Fda)

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polrestabes Surabaya – Polda Jatim]

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Related Posts