Tak Ingin Ada Perpecahan Akibat Paham Radikalisme, Polres Tuban Gelar Rapat Koordinasi

Tribratanews.com – Guna mencegah paham Radikalisme di wilayah Kabupaten Tuban, sekaligus membahas masalah patung Kon Co Tee Koen, Polres Tuban telah mengambil langkah antisipatif, dengan melakukan pembinaan dan penyuluhan secara masive yang dilakukan Kasat Binmas, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas secara door to door, Jumat (11-08-2017).

Salah satunya denngan melakukan acara rapat koordinasi tentang hal tersebut yang dipimpin Kapolres Tuban diikuti oleh para Kanit Intelkam, bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat serta mengundang Miko Yosika (Mantan Narapidana Teroris).

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad dalam arahannya menyampaikan, di media sosial saat ini sedang viral terkait patung Kong Co Tee Koene yang berada di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, tapi dalam kenyataannya masyarakat Tuban Bumi Wali sangat adem ayem menyikapi masalah tersebut.

“Mari jadikan Kabupaten Tuban sebagai Tuban Bumi Wali The Spirit Of Harmony,” ujar Kapolres.

“Dalam perkembangannya islam selalu dikambing hitamkan jika terjadi permasalahan, padahal islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Kejadian itu merupakan framming kelompok-kelompok tertentu yang tidak suka terhadap perkembangan islam. Sara merupakan bahan dasar yang sangat mudah untuk membuat suatu permasalahan, apalagi Indonesia merupakan bangsa yang majemuk sehingga sara sangat mudah digunakan untuk memprovokasi masyarakat,” lanjutnya.

Lahirnya PerPPU Nomor 2 tahun 2017 berfungsi untuk mencegah berkembangnya organisasi-organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Diharapkan kegiatan tersebut memberikan gambaran tentang radikalisme. (win/mbah)

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Tuban – Polda Jatim]

Related Posts