Syahrini Bantah Terima Umroh Gratis dari First Travel

Tribratanews.com- Penyanyi Syahrini kembali memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Senin (09-10-2017). Syahrini akan menjalani lanjutan agenda pemeriksaan terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jemaah umrah First Travel.

Syahrini tiba di Kantor Bareskrim sekitar pukul 11.50 WIB, bersama adik sekaligus manajernya, Aisyahrani dan pengacaranya Hotman Paris Hutapea.

Setelah turun dari mobil Toyota Alphard Putih bernomor polisi B 17 NCS, Syahrini dan adiknya langsung turun dan memasuki kantor Bareskrim. Dengan mengenakan kaos panjang warna hitam serta kacamata hitam, dan celana panjang warna putih, Syahrini tampak santai saat memasuki kantor Bareskrim. Penyanyi asal Bogor tersebut mendapat penjagaan ketat dari petugas, karena banyaknya wartawan yang melontarkan pertanyaan.

Tidak ada pernyataan apa pun dari Syahrini. Ia memilih tidak berkomentar dan sesekali melemparkan senyuman kepada awak media.

Syahrini akan menjalani lanjutan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus yang diduga merugikan 58 ribu lebih jemaah hingga Rp 848 miliar itu.

Sementara itu, Hotman Paris Hutapea, pengacara Syahrini membantah kliennya mendapatkan umrah gratis dari First Travel. Hotman Paris mengatakan Syahrini membayar biaya umrah dengan kelas reguler.

“Syahrini membayar umrah reguler tapi dia diberikan kelas VVIP (Very Very Important Person). Nah sebagai imbalannya dia harus memposting foto dia di Instagram,” kata Hotman di gedung Badan Reserse dan Kriminal atau Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9-10- 2017).

Hotman juga menegaskan Syahrini tidak pernah dibayar oleh pihak First Travel untuk membantu mempromosikan bisnisnya.

“Syahrini tidak pernah dibayar 5 perak pun, tapi dia bayar Rp 160 juta lebih, sampai Rp 200 juta, ya. Dia tidak pernah terima lima perak pun,” ucapnya.

Syahrini hari ini kembali menjalani lanjutan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jemaah umrah First Travel.

Pemeriksaan terhadap Syahrini bertujuan untuk membuktikan modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan First Travel. Modus First Travel selain memberikan promo juga membawa sejumlah artis untuk umrah dan mereka mengadakan perjanjian. Artis itu wajib menyapa jemaah First Travel, promosi, dan tur kota bersama jemaah.

Syahrini sebelumnya tercatat sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan penyidik Bareskrim. Ia dijadwalkan menjalani lanjutan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jemaah umrah First Travel pada Kamis pekan lalu, 5 Oktober 2017 pukul 10.00 WIB. Namun dia beralasan memiliki jadwal kegiatan lain.

Sehari sebelumnya, Rabu, 4 Oktober 2017, Syahrini juga beralasan memiliki jadwal kegiatan saat diminta hadir untuk menjalani lanjutan pemeriksaan.

Syahrini diperiksa pertama kali pada Rabu, 27 September 2017. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT First Travel. Dalam kasus itu, lebih dari 58 ribu jemaah menjadi korban dengan kerugian Rp 848 miliar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak mengatakan pemeriksaan sejumlah artis tersebut bertujuan untuk membuktikan modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan First Travel.

Modus First Travel selain memberikan promo juga membawa sejumlah artis untuk umrah dan mereka mengadakan perjanjian. Artis itu, kata Herry, berkewajiban menyapa jemaah First Travel, promosi, dan tur kota bersama jemaah.

Keterangan artis itu untuk membuktikan kebenaran sejumlah kewajiban mereka yang dipakai First Travel menarik lebih banyak jemaah. “Serta untuk melengkapi bahwa modus operandi seperti itu dilakukan First Travel,” kata Herry.

Dalam kasus tersebut polisi telah menetapkan tiga pejabat PT First Travel sebagai tersangka, yakni Direktur Utama Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan, adik Anniesa yang juga direktur keuangan. Mereka kini ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

 

[Tribratanews.com]

Related Posts