Stok Material Kosong, Pemohon SIM di Kalbar Diberi Surat Keterangan Pengganti

Tribratanews.com – Pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun perpanjangan di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat belum bisa langsung menerima SIM asli, akibat material bahan baku pembuatan SIM sedang kosong. Itu terjadi sejak sebulan ini.

Salah seorang pemohon SIM, melalui media online setempat, menyebutkan dirinya sempat bikin SIM, namun belum bisa dicetak.

Terkait hal tersebut, Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Kalimantan Barat, AKBP Agung Setyo Wahyudi SH, SIK, MSi, ketika dikonfirmasi mengatakan, stok material SIM memang belum ada. Hal serupa juga terjadi di beberapa daerah lain, tidak hanya di Kalbar.

“Material bahan baku SIM sudah habis sejak beberapa waktu lalu. Tidak hanya di Pontianak saja, akan tetapi nasional,” ujar AKBP Agung Setyo Wahyudi, Rabu (16-08-2017).

Untuk sementara ini, kata AKBP Agung Setyo Wahyudi, pihaknya menerbitkan surat keterangan pengganti sementara SIM bagi pemohon SIM yang telah lulus atau berhasil melaksanakan ujian, dan telah melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).

“Sebagai pengganti diterbitkan selembar kertas, yang tertulis identitas pemohon. Fungsinya sebagaimana SIM asli. Jika stok sudah tersedia, maka akan langsung dicetak,” ujar mantan Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Jambi ini, seraya mengatakan dalam waktu dekat ini material SIM akan terpenuhi.

Senada dengan itu, Bripka Maulana, petugas pelayanan SIM Keliling menyebutkan, karena stok material SIM sedang kosong, untuk pemohon SIM sementara hanya diberi surat keterangan sebagai pengganti SIM asli.

“Karena habis stok material SIM, jadi kami memberikan surat keterangan,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran, diketahui Dit Lantas Polda Kalbar dalam bulan Juli tercatat menerbitkan sebanyak 19.720 SIM dari 12 Satpas yang tersebar di Kalbar. Baik untuk golongan SIM baru, perpanjangan, maupun peningkatan.

SIM baru SIM A sebanyak 2.806, SIM baru SIM C sebanyak 7.444, dan SIM baru SIM D hanya 1. Sementara untuk SIM perpanjangan, SIM A sebanyak 1.980, SIM AU 3, SIM C 6.462, SIM BI 333, SIM BIU 116, SIM BII 31, SIM BIIU 43. Dan, untuk SIM peningkatan, terdiri SIM AU 1, SIM BI 282, SIM BIU 36, SIM BII 35, SIM BIIU 35. (Makmun Hidayat)

[Tribratanews.com/Humas Polda Kalbar]

Related Posts