Sopir Ojek Oline Jadi Pengedar Sabu Diringkus Polres Metro Jakarta Timur

 

Tribratanews.com – Berdalih untuk membiayai hidup sehari-hari keluarganya, seorang sopir ojek online nekat menjadi pengedar dan kurir narkoba jenis sabu.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol DR (C) Andri Wibowo SIK, MSI mengatakan, pria yang ditangkap anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur tersebut yakni berinisial LN (28).

“Tersangka diamankan karena kedapatan memiliki dan menyimpan dan atau menguasai narkotika jenis sabu,” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Wibowo, saat menggelar pres release, Kamis (27-10-2017).

Lanjut Kapolres, yang bersangkutan ditangkap anggotanya di Jalan DI. Panjaitan Kelurahan Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jaktim, tepatnya di depan Samsat Jakarta Timur, pada hari Jum’at (29-10- 2017) sekira pukul 14.30 WIB.

“Dari tersangka diamankan enam plastik klip berisi sabu berat brutto 56.83 gram, mobil Nissan Livina B 1275 KMD dan 1 buah timbangan digital,” ungkap Kapolres.

Lebih jauh dijelaskan Kapolres, tersangka LN ditangkap berawal dari infomasi masyarakat bahwa dipangkalan depan Samsat Jl. DI Panjaitan Kel. Cip Besar Selatan Jatinegara Jaktim sering terjadi transaksi narkoba

Berbekal informasi tersebut, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur Jaktim menindaklanjuti dan melakukan pengamatan selama 4 hari. Kemudian ada sebuah mobil Nisan Livina warna silver memakir dan berhenti.

Selanjutnya anggota kemudian melakukan penggeledahan badan, saat digeledah dalam kantong celana tersangka LN ditemukan amplop putih dan bungkus rokok sampoerna Mild yang berisi narkoba jenis sabu.

Tidak sampai disitu saja, selanjutnya anggota juga melakukan penggeledahan di mobil milik tersangka LN dan di dalamnya ditemukan box sterofoam yang berisi 1 plastik klip narkoba jenis sabu dan 1 buah timbangan digital.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku, narkotika siap edar tersebut ia dapatkan atau sesuai suruhan dari seorang pria bernama Kuro yang saat ini masih dalam pencarian pihak kepolisian (DPO).

Selain itu tersangka juga mengaku bahwa dirinya sudah yang ke 5 kali mengambil narkotika dari tersangka Kuro (DPO), dan yang bersangkutan mendapat bayaran antara 3 juta hingga 5 juta setiap pengambilan.

“Tersangka LN tidak kenal langsung dengang Kuro tetapi selalu ditemani oleh penghubung bernama Andre (DPO),” ungkap Kapolres.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI no. 35 Tahun 2009 tentang narkoba. Dan yang bersangkutan kini diamankan si Mapolres Metro Jakarta Timur untuk diproses hukum lebih lanjut.

(Tribaratanews.com/Humas Polres Jaktim)

 

Related Posts