Sinergi Polres Sumba Timur dan Polres Sumba Barat Berhasil Ungkap Aktor Penggerak Utama Kasus Curnak di Kecamatan Lewa

Tribratanews.com – Tim Gabungan Satintelkam dan Satreskrim Polres Sumba Timur bersama Tim Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, berhasil meringkus TTR yang merupakan aktor penggerak utama dalam kasus pencurian ternak (curnak) di wilayah kecamatan Lewa dan kecamatan Haharu, Sabtu (12-08-2017) siang.

“Tim gabungan Polres Sumba Timur dan Polres Sumba Barat yang dibackup Polsek Lewa berhasil menangkap tersangka berdasarkan pengembangan dari tersangka SM dan BM yang berhasil diamanakan Tim gabungan Polres Sumba Bara karena membawa membawa daging sapi dari hewan hasil curian dari kabupaten Sumba Timur ke kabupaten Sumba Barat,” jelas Kapolres Sumba Timur AKBP Victor M T Silalahi SH, MH.

Tersangka TTR yang merupakan residivis kasus curnak diamankan oleh Tim gabungan di Kampung Matawai Pawali, desa Kondamara, kecamatan Lewa, kemudian tersangka TTR di pertemukan dengan tersangka SM dan TRHN tersangka curnak yang lebih dulu diamanakan Tim Polres Sumba Barat. “dari hasil penyelidikan dan interogasi modus jaraingan curnak ini ialah mereka mencuri hewan diwilayah kabupaten Sumba Timur kemudian mengolahnya menjadi daging untuk memudahkan pengiriman ke Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk dijual,” urainya.

“Sudah menjadi tekat kami, untuk kasus curnak di kabupaten Sumba Timur kami tidak main main, tersangka yang berhasil diamankan akan kembangkan untuk mengatahui jaringan jaringan yang dan kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat, sekecil apapun itu sangat berharga buat kami,” serunya.
Dalam kurun waktu bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Juli 2017, 15 kasus curnak berhasil diungkap oleh Polres Sumba Timur dengan perincian 12 kasus p21, 2 kasus Tahap I, 1 kasus SPDP dengan 24 orang tersangka.

 

[Tribratanes.com/Humas Polres Sumba Timur]

Related Posts