“Sinergi Korporasi dan Kepolisian dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Dunia Usaha”

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH

Tribratanews.com – Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH, menghadiri Astra Security Convention 2017 yang bertempat di Gedung William Suryadjaja, Jalan Gaya Motor Sunter, Jakarta Utara, Selasa (25-07-2017).

Dalam kegiatan ini, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno mendapat kesempatan menyampaikan keynote speech, mewakili Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Dalam sambutannya, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno menilai, forum yang mengangkat tema “Sinergi Korporasi dan Kepolisian dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Dunia Usaha” ini merupakan langkah strategis atas inisiatif PT Astra International sebagai obyek vital sektor industri.

“Penetapan obvitnas terhadap suatu perusahaan atau kawasan, membawa implikasi bahwa perusahaan atau kawasan tersebut harus dilakukan peningkatan pengamanan. Karena gangguan padanya dapat menyebabkan bencana kemanusiaan, kekacauan nasional, terganggunya pembangunan, atau terganggunya penyelenggaraan pemerintahan,” jelas Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.

Kabaharkam mengingatkan, trend perkembangan kejahatan sebagai dampak perkembangan lingkungan strategis perlu dicermati karena merupakan potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dan juga “industrial security”: perusahaan, instansi, dan lembaga.

Terkait hal tersebut, menurutnya, penguatan bidang operasional, khususnya dalam bidang pemeliharan keamanan dan ketertiban masyarakat, seiring dengan upaya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarkat, perlu ditingkatkan. Dimana sasaran pemeliharaan keamanan lebih mengedepankan upaya yang bersifat pre-emtif dan preventif dalam memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

“Kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan semua pengemban fungsi kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, khususnya upaya dalam memberikan jaminan rasa aman bagi investor untuk menanamkan modalnya di dalam negeri,” tegas Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.

Kabaharkam menjelaskan, mekanisme kemitraan antara Satuan Pengamanan dengan Polri dalam “industrial security” merupakan hubungan fungsional, yang harus selalu diwujudkan di dalam forum-forum kemitraan Polri dengan komunitas sekuriti yang berorientasi pemecahan masalah di bidang pengamanan meliputi tiga komponen penyangga sebagai pilar utama, yaitu sistem dan metode pengamanan, sistem peralatan pengamanan, serta standar kompetensi personel pengamanan.

Ia menekankan, ada empat tipikal pengamanan yang harus diperhatikan, yakni “personal security”, “health security”, “infrastructure security”, dan “digital security”.

“Personal security” adalah tentang bagaimana pihak perusahaan berkoordinasi dengan Polri dalam mengamankan karyawan hingga pimpinan perusahaan, pengguna (konsumen), serta masyarakat. “Health security”, tentang pengamanan kesehatan seperti tersedianya alat kesehatan darurat semacam P3K, gawat darurat, hingga dokter yang selalu standby di perusahaan selama 1 x 24 jam.

Sementara “infrastructure security” berkaitan dengan sarana pendukung yang bisa digunakan dalam mengamankan aset perusahaan dan seluruh komponen pendukung perusahaan. Adapun “digital security” berkaitan dengan penggunaan teknologi digital, seperti CCTV. Dimana pentingnya CCTV bukan hanya digunakan setelah kejadian, tapi juga bisa berfungsi untuk mencegah terjadinya kejahatan.

“Dari forum yang dilaksanakan seperti ini, diharapkan menghasilkan berbagai solusi teknis guna memecahkan berbagai ancaman, gangguan, dan permasalahan keamanan,” harap Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi tentang “Menciptakan Rasa Kebangsaan dan Bernegara di Indonesia” yang disampaikan Yudi Latief (Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila/UKP-PIP) dan “Perkembangan Radikalisme di Indonesia” yang disampaikan Komjen Pol Drs Suhardi Alius SH (Kepala BNPT).

[Tribratanews.com/AKP Bambang AS]

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Related Posts