Setelah Polisi Limpahkan, TSK Dugaan Tipikor di Dispenda Palembang Resmi Jadi Tahanan Kejari

Tribratanews.com – Tersangka dugaan tipikor di Dispenda Palembang, inisial EK, resmi menjadi tahanan Kejari Palembang setelah dilimpahkan oleh Polresta Palembang, pada Kamis (09-02-2017).

Tersangka akan ditahan di Rutan Pakjo Palembang selama proses pelimpahan kasus ini ke tahap persidangan.

Selain memberlakukan penahanan terhadap tersangka, Kejari Palembang juga menyita beberapa barang bukti yang merupakan milik tersangka.

Adapun barang bukti tersebut berupa satu unit Honda CRV dan uang dengan nilai Rp 700 juta. Barang bukti tersebut sebelumnya sudah diamankan oleh penyidik tipikor Polresta Palembang.

Tersangka datang ke Kejari Palembang dengan didampingi beberapa penyidik dari Polresta Palembang. Hampir dua jam ia menjalani proses pemeriksaan sebelum akhirnya ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

Tersangka melangkah cukup cepat saat diantar ke mobil. Tak ada kalimat terlontar dari mulutnya. Ia juga sesekali menutup wajah dengan tangan ketika awak media mencoba mengabadikan gambarnya.

Kajari Palembang, Rustam Gaus mengatakan penahanan dilakukan karena dikhawatirkan tersangka mempengaruhi para saksi. Terlebih, tersangka sampai hingga tahap dua proses hukum tercatat masih aktif bekerja sebagai PNS.

“Untuk itulah dilakukan penahanan agar prosesnya juga cepat hingga dilimpahkan ke pengadilan,” kata Rutam.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah membentuk tim jaksa yang akan membuat dakwaan saat Erfan nanti menjalani sidang. Pembentukan tim sudah mulai berjalan bertepat dengan selesainya proses tahap dua ini.

JPU juga melakukan penyitaan satu unit mobil dan uang tunas Rp. 700 juta yang diduga hasil kejahatan yang dilakukannya.

Untuk kerugian negara berdasarkan penghitungan BPKP senilai Rp. 2,1 miliar

Untuk modus, beber Rustam, diduga dilakukan oleh tersangka pada bulan Januari 2011 hingga Desember 2012. Seharusnya pajak hotel disetor sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) namun yang bersangkutan menggunakan untuk kepentingan pribadi.

Untuk saat ini, tersangka di kenakan tiga pasal yakni pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Terakhir, ia dijerat pasal 3 Unadang-Undang No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. Akan kita upayakan sesegera mungkin dilimpahkan ke pengadilan,” kata Rustam.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Erwin Simanjuntak mengatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan namun tidak diberikan.

Meski kecewa, pihaknya tetap menghormati keputusan karena memang wewenangnya penyidik.

“Kasus ini terbilang aneh karena posisi tersangka hanyalah Kasi Penagihan, sedangkan yang memiliki kebijakan tidak ditahan. Semoga saja di persidangan semuanya terungkap,” kata Erwin.

[Humas Polda Sumsel/Polresta Palembang]

Related Posts