Seorang Pemuda Diterjang Ombak saat Asik Selfie di Kute Lombok

Tribratanews.com – Seorang pemuda yang sedang asik berselfie di atas bebatuan karang sekitar pantai kawasan Kute Lombok Tengah, harus dibawa ke Puskesmas Kute akibat terkilir dan cidera setelah ombak besar menerjangnya.

Korban diketahui bernama Lalu Zaini (24), asal Desa Mantang Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terjatuh dan langsung digulung ombak saat hendak pindah posisi selfie, Rabu (16-08-2017).

Kronologi berawal saat korban yang datang bersama 4 temannya bermaksud untuk wisata di pantai sekitar kawasan Kuta Lombok Tengah. Namun naas, kecelakaan terjadi menimpa korban ketika sedang asik selfie.

Ombak besar yang tiba-tiba datang menghempas korban yang saat itu sedang berdiri di atas batu dan bermaksud akan pindah posisi selfie, tidak dapat menahan keseimbangan setelah diterjang ombak. Korban akhirnya terjatuh ke bebatuan karang dan ombak mengulungnya.

Kejadian tersebut diketahui oleh teman korban dan wisatawan asing yang kebetulan saat itu ada di sekitar lokasi. Mereka kemudian datang menolong korban dan membawanya ke pinggir pantai.

Mengetahui ada korban terseret ombak dari laporan wisatawan asing, dua anggota Brimob Den B Pelopor Brigadir Ketut Sujana dan Brigadir Made Putra yang sedang melaksanakan pengamanan di pos penjagaan dan security ITDC, segera menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Dikarenakan kondisi korban lemas dan tidak dapat berjalan, Brigadir Ketut Sujana lalu membawa korban ke Puskesmas Kute dengan menggendongnya. Hal ini dilakukan karena lokasi kejadian tidak dapat dimasuki kendaraan dan medan yang berbukit. Setibanya di Puskesmas Kute, korban langsung mendapat penanganan medis dan mendapat beberapa jahitan di kaki.

“Menurut keterangan temannya, korban lagi asik selfie di atas bebatuan karang dan terjatuh setelah ombak besar menghantam tempat berdirinya. Kakinya membentur karang, lukanya cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah. Ketika saya datang, korban masih ada di pinggir pantai. Saya segera mengikat kakinya dengan baju untuk menghentikan pendarahan. Karena korban kondisinya lemas, akhirnya saya membawanya ke puskesmas kute yang tidak jauh dari lokasi dengan cara digendong, karena kendaraan tidak bisa masuk di lokasi kejadian yang berbukit,” kata Brigadir Ketut Sujana.

Brigadir Ketut menuturkan, aktivitas selfie memang menyenangkan, apalagi bila dilakukan bersama-saman, namun hendaknya harus berhati hati.”Alih-alih mencari pemandangan dengan view atau spot yang menarik sampai harus membahayakan diri sendiri rasanya kurang baik, karena masih banyak tempat atau lokasi yang cukup indah untuk lokasi selfie,” ungkapnya.

[Tribratanews.com/Humas Polda NTB]

Related Posts