Segera Dirilis, Buku Rahasia Pasukan Asmaul Husna Kombes H Arif Rachman SIK, MTCP

 

Tribratanews.com – Monumen Nasional bergetar. Hari itu, 2 Desember 2016. Sejarah dunia mencatat peristiwa mahapenting tersebut. Peristiwa, massa bergerak ke satu titik. Sejak amat pagi, mereka terus berbaris lurus menuju lapangan Monas. Sambutan, terutama diberikan untuk santri yang datang dari Ciamis dan sebagian Garut. Sebab, demi aksi hari itu, mereka rela berjalan kaki menembus ratusan kilometer di bawah terik dan hujan.

Tapi tunggu dulu. Masih ada yang terasa lebih menarik dari lautan massa yang sudah mencapai jutaan orang itu. Orbit perhatian datang dari mereka yang berbaris rapi dengan tinggi badan dan langkah tegap serta berseragam agak berbeda: baju cokelat yang khas, kopiah haji dan sorban putih.

Sudah sejak memasuki arena aksi, mereka tidak lepas dari amatan. Juga oleh penanggung jawab aksi yang awalnya berusaha mencegah masuk. “Kami juga umat Islam, artinya kami  berhak mengikuti aksi ini meski dengan baju dinas,” kata tegas itu, mengalahkan sorot tajam orang yang menghalangi jalan.

Benar. Kata tegas yang tak terbantah itu datang dari AKBP H. Arif Rachman S.IK., MTCP (Sekarang Kapolresta Bandara Soetta berpangkat Kombes). Kala itu pria  santun ini menjabat Wakapolres Jakarta Timur. Dia adalah komandan pasukan yang kemudian dikenal sebagai Pasukan Asmaul Husna Polri. Inilah pasukan khusus yang memang sengaja dibentuk untuk berada di tengah aksi umat Islam.

Sepanjang demonstrasi besar-besaran yang menamakan diri Aksi Bela Islam III atau Aksi 212, Pasukan Asmaul Husna  mencuri perhatian dan selalu menjadi perbincangan. Sebab pasukan ini ikut berperan amat penting dalam mendinginkan suasana panas yang mengalir, bahkan sejak berhari-hari sebelum aksi digelar.

Pada aksi terbesar yang jumlah pesertanya mencapai jutaan umat Islam, pasukan Asmaul Husna memberi warna yang sama sekali berbeda. Bukan terbatas pada kehadiran dan atributnya yang Islami, tapi juga oleh posisinya yang seolah menjadi bagian terpenting. Lihat saja posisi mereka yang mendapat tempat terhormat: duduk khusyuk di barisan terdepan persis di hadapan mimbar utama para ulama.

Pada akhirnya, posisi itu menjadi sangat vital peranannya saat Presiden Joko Widodo tiba-tiba ikut hadir dalam aksi hari itu. Pasukan Asmaul Husna inilah yang kemudian menjadi pasukan tirai yang ikut menjaga presiden di ring satu. Sebuah kebanggaan? Tentu iya.

Lantas bagaimana kisah selanjutnya? Apa rahasia dibalik Pasukan Asmaul Husna?

Ya. Penggalan kalimat diatas hanya sebagian kecil dari isi buku RAHASIA PASUKAN ASMAUL HUSNA ; Kisah Kombes Pol. H. Arif Rachman S.IK., MTCP di Tengah Lautan Aksi Bela Islam.

Kepada wartawan Pra Senior M. Sjah Nur Hidajat selaku penulis, sang Komandan Pasukan Asmaul Husna Kombes Pol. H. Arif Rachman S.IK., MTCP ini mengisahkan semua rahasia dari awal hingga akhir.

Rencananya, buku yang kata pengantarnya adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini akan dirilis pada November 2017 mendatang. Selamat Komandan !

[Tribratanews.com]

Related Posts