Reskrim Jatanras PMJ Ringkus Penipu dan Pembobol Kartu Kredit Nasabah

Tribratanews.com – Personel unit II Subdit Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku kasus tindak pidana penipuan dan atau tindak pidana pencurian (pembobolan kartu kredit) nasabah sebuah perbankan, di Wisma Asia Jl. S Parman, Slipi, Jakarta Barat dan Tower SCBD, Lot 10. Jl. Jenderal Sudirman.

Penyidik meringkus keempat orang tersangka berinisial NM (27), TA (24), AN (36) dan IS (32) berdasarkan dua Laporan Polisi oleh pihak bank, LP/1136/III/2018/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 2 maret 2018 dan LP/3335/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 4 april 2018.

Selain 4 pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti yaitu 8 unit HP, 3 kartu kredit, 4 buku tabungan bermacam merek Bank, 8 Kartu ATM, KTP pelaku, Laptop berbagai merek, dan uang tunai sebesar Rp 3 juta.

Menurut Kanit Unit 2 yang diwakili oleh AKP Abdul Rahim menjelaskan bahwa, dalam melakukan aksi kejahatannya (penipuan) pelaku terlebih dahulu membeli data base nasabah kartu krefit dengan cara online di situs http://TemanMarketing.com, memfilter data yang masih aktif kemudian menghubungi call center bank tertentu dengan mengaku sebagai pemilik kartu kredit.

“Mereka membeli data itu secara online, setelah tahu kartu masih aktif pelaku segera menghubungi pihak perbankan untuk meminta pergantian nomor HP dan sudah tentu kartu yang baru pula,” ujar AKP Abdul Rohim kepada wartawan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (16/4/2018).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling tinggi 5 tahun.

Petugas Tangkap Pemilik Senpi Rakitan

Polisi juga berhasil mengamankan senjata api jenis revolver beserta 4 butir amunisi, Abdul menjelaskan jika penemuan senpi tersebut diperoleh dari kediaman tersangka NM (pelaku penipuan dan penguras kartu kredit).

“Kami juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka NM, setelah diinterogasi ternyata pistol tersebut milik RP (22) yang saat ini kami tetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan dan menguasai senjata api,” jelas Abdul.

Atas tindak pidana kepemilikan senjata api tersebut, RP dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

(Tribratanews.com/Yori)

 

Related Posts