Propam Polda Kaltim Selidiki Kasus Bullying Terhadap Anggota Polres Balikpapan, 7 Saksi Sudah Diperiksa

Korban bullying, Bripda Hermanto, saat dimintai keterangan

Tribratanews.com – Tujuh anggota Polres Balikpapan, sudah diperiksa oleh Tim Propam Polda Kalimantan Timur terkait bullying atau perundungan terhadap salah satu anggota dan videonya viral di media sosial.

Korban bullying bernama Bripda Hermanto juga telah menjalani permeriksaan, yang dilakukan di Polres Balikpapan, pada Rabu (19-07-2017).

“Tim Propam Polda Kaltim sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, dan 1 korban terkait kasus bullying dan pelanggaran disiplin perkara penyebaran video di Medsos,” kata Kabid Propam Kombes Pol R Deden Garnada bersama Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, kepada tim Poldakaltim.com, Jumat (21-07-2017).

Dijelaskannya, pemeriksaan dipimpin Kasubbid Paminal AKBP Sabil SIK, bersama Tim Paminal antara lain Kompol Hadi, Ipda Muhklis, dan Brigadir Gustav, serta Tim Provos antara lain Ipda Amie, Aiptu Ali Rofiin, Brigadir Zaenal, dan Brigadir Erik. Selain ketujuh orang saksi itu masih akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain.

“Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Subbid Provos Polda Kaltim. Kami juga masih mendalami pelaku penyebar video tersebut,” kata Kombes Pol R Deden Garnada.

Ketujuh saksi yang telah diperiksa yaitu Ipda Tafrikun (Kasi Propam), Aipda Puji Silo, Bripka I Gde Hartawan, Bripka Haryanto, Bripka Arri Julianto, Brigadir Praja Ramadhan, dan Bripda Yustiven Pulung.

Sebelumnya beredar di media sosial video bully terhadap Bripda Hermanto, anggota Sat Sabhara Polres Balikpapan. Dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit itu, korban yang mengenakan helm berwarna merah, tampak berdiri di depan beberapa orang dalam sebuah bangku panjang. Korban disuruh mengucapkan isi Pancasila, namun tampak sekali korban gugup dan tidak bisa melafalkan dengan benar. Dalam satu adegan juga ada orang yang memukul kepala korban, maupun ada pula yang menertawakan.

Atas beredarnya video itu, Polda Kaltim sudah membentuk tim untuk menelurusi kebenaran kejadian itu, maupun melakukan penyelidikan siapa penyebar video.

“Anggota yang terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus ini akan diberikan sanksi yang setimpal. Sementara penyebarnya, bisa dijerat dengan UU ITE karena mencoreng citra institusi Kepolisian,” kata Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

[Tribratanews.com/Humas Polda Kaltim]

Related Posts