Pria Asal Klino Bojonegor Meninggal Dunia Akibat Terjatuh Dari Pohon Duren Setinggi 20 Meter

Tribratanews.com – Damri (55), warga Dusun Kedaton, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan ke Polsek Sekar oleh kepala desa setempat, meninggal dunia akibat jatuh dari pohon duren setinggi kurang lebih 20 meter yang berada di hutan Petak 156 RPH Klino BKPH Tulung KPH Saradan, turut wilayah Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (08-08-2017) sekira pukul 10.30 WIB pagi.

Saat sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban usai mengambil rambanan atau pakan ternak berupa daun duren dan bermaksud turun dari pohon duren tersebut, namun korban terpelanting dan jatuh ke tanah. Akibatnya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut saksi Maryono (40), Kepala Desa Klino Kecamatan sekar, korban berangkat dari rumah ke hutan untuk mencari rambanan atau pakan ternak.

“Korban mengambil rambanan dengan memanjat pohon duren setinggi kurang lebih 20 meter,” terang Kepala Desa Klino, Maryono.

Masih menurut Kades Klino, tak jauh dari lokasi pohon yang dipanjat korban, ada saksi Minto (40), Dari (55) dan Sumarno (32), ketiganya tetangga korban, warga Dusun Krajan, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.

“Setelah merasa cukup mengambil rambanan, korban bermaksud turun dari pohon duren tersebut, namun korban terpelanting dan jatuh ke tanah,” terang Kades Klino.

Selanjutnya, para saksi yang berada di dekat lokasi kejadian, langsung mendatangi korban untuk memberikan pertolongan, akan tetapi saat itu korban diketahui telah meninggal dunia.

“Selanjutnya oleh para saksi, korban dibawa ke Balai Desa Klino untuk dilaporkan pada perangkat desa setempat dan pihak kepolisian,” imbuh Kades Klino.

Kapolsek Sekar, AKP Supriyo, menjelaskan bahwa setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.

Kapolsek menambahkan, setelah dilakukan musyawarah dengan keluarga dan istri korban, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.

“Ahli waris korban membuat surat pernyataan tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun dan memerima kejadian tersebut sebagai musibah,” lanjut Kapolsek. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Bojonegoro – Polda Jatim]

Related Posts