Polsek Penjaringan Berhasil Ungkap Kasus Penculikan Anak Dibawah Umur

 

Tribratanews.com – Kepolisian Sektor Metro Penjaringan Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penculikan dan menjual anak yang masih berusia 3 tahun kepada orang lain.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono SIK, MSI mengatakan, pelaku pemculikan yang berinisial SB (27), warga Gunung Kaler Kresek Tangerang Kabupaten tersebut menculik anak dari Ibu Aminah warga Penjaringan, Jakarta Utara.

“Setelah diculik, anak tersebut tersangka jual kepada pasangan suami istri di Banten,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono didampingi Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Anwar Haidar SIK, SH, MSI, Kasubbag Humas Polres Metro Jakut Kompol H.M Sungkono MH saat menggelar pres release di Mapolsek Metro Penjaringan Senin (30-10-2017).

Dalam aksinya, pelaku yang merupakan teman dari almarhum adiknya ibu korban tersebut, awalnya tidak merasa curiga terhadap pelaku. Saat itu Senin tanggal 23 Oktober sekitar jam 07.00 WIB pelaku berpamitan kepada orang tua korban ingin mengajak korban jajan diwarung.

Karena kenal dan pernah menginab dirumahnya tersebut, ia mengiayakan anaknya tersebut unt0uk diajak keluar untuk jajan oleh pelaku.

Tetapi oleh pelaku SB, bocah tersebut dibawa pergi ke daerah Kronjo Tangerang untuk diserahkan kepada KH. Selanjutnya KH memberikan uang Rp 4.000.000 kepada pelaku SB.

“Oleh Pelaku SB uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkap Kapolres.

Mendapati laporan tersebut, anaknya tak pulang, pihak kepolisian Penjaringan melakukan penyelidikan kemudian berhasil menangkap pelaku pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2017 sekira pukul 05.00 WIB.

“Pelaku SB kami amankan di daerah Kampung Ciranjang Cianjur Jawa Barat,” jelas Kapolres.

Setelah ditangkap dan dilakukan pengembangan, anggota Reskrim Polsek Metro Penjaringan yang dipimpin Kanit Reskrim Kompol Rahmad Sujatmiko, SIK mengambil korban yang saat itu dapati berada di dalam rumah KH.

 

Berdasarkan pengakuan KH, dia merasa iba karena pelaku SB mengatakan korban tersebut merupakan anak yatim yang orang tuanya tidak sanggup memberikan nafkah karena bapak korban sudah meninggal.

“Motif tersangka dalam kasus penculikan ini yaitu mengajak korban akan dibelikan mainan lalu dibawa pergi dan dijualnya,” papar Kapoles.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakut menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai gerak gerik yang mencurigakan dan mewaspadai orang-orang yang mengiming-imingi anak dengan membelikan mainan atau makanan karena kejahatan tak mengenal tempat.

“Diharapkan seluruh masyarakat waspada akan kejahatan ini karena kejahatan dapat mengintai siapapun dan dimanapun,” imbuh Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selanjutnya pelaku SB, berikut barang bukti berupa uang hasil penjualan Rp 1.700.000, 1 buah HP samsung lipat duos, 1 buah tas warna biru. 1 buah kaos korban dan 1 buah celana levis diamankan ke Polsek Metro Penjaringan untuk penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku SB dijerat dengan Pasal 83 Jo Pasal 76 F UU RI Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

(Tribratanews.com)

Related Posts