Polri yang Hebat; Ini Saatnya!

Oleh: Iman Firmansyah

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), di bawah pimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian, berencana membentuk Detasemen Khusus (Densus) Antikorupsi.

Ini bukan gagasan baru. Sebelumnya, sekitar empat tahun lalu, ide pembentukan Densus Antikorupsi Polri pernah dicetuskan Jenderal Pol (Purn) Sutarman, namun ditolak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tapi sekarang, DPR telah memberi lampu hijau. Gagasan tersebut kembali dilanjutkan.

Mengingat sejumlah keberhasilan Polri di bawah komando Jenderal Pol Tito Karnavian, rasanya pencetusan kembali gagasan pembentukan Densus Antikorupsi bukanlah hal yang berlebihan.

Polri, yang disebut Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai “mesin raksasa”, terbukti berhasil membuat para mafia kartel “tiarap”. Dimana Satuan Tugas (Satgas) Pangan, bentukan Polri dan institusi terkait lainnya, berhasil membuat harga sembako sebelum, saat, dan setelah Lebaran Idul Fitri 1438 H relatif stabil.

Citra Polri di mata masyarakat juga semakin membaik. Survei Kompas akhir 2016 menunjukkan kepercayaan publik kepada Polri meningkat menjadi 71,7 persen. Alhasil, Polri menempati posisi empat teratas lembaga yang paling dipercaya publik. Padahal sebelumnya, Polri berada di posisi tiga terendah.

Kita ketahui, Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 yang menjadi dasar lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyebutkan dalam salah satu pertimbangannya, bahwa lembaga antirasuah ini dibentuk karena lembaga pemerintah yang menangani perkara tindak pidana korupsi saat itu dinilai belum berfungsi secara efektif dan efisien dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Jika tak diberi kesempatan membuktikan diri, bagaimana kita tahu lembaga yang disebut belum berfungsi secara efektif dan efisien dalam memberantas tindak pidana korupsi itu, kini telah berubah?

Oleh karena itu, patutlah diberi kesempatan kepada Polri untuk membuktikan kepada publik bahwa dirinya mampu memberantas tindak pidana korupsi secara efektif dan efisien lewat pembentukan Densus Antikorupsi ini.

Apalagi, angin tak sedap sedang berhembus ke arah KPK. Kehebatan KPK mengungkap kasus mulai dipertanyakan sepak-terjangnya. Mereka yang pernah berperkara di KPK satu per satu angkat bicara tentang cacat KPK kepada Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK bentukan DPR.

Jadi, ini saat yang tepat bagi Polri menunjukkan kehebatannya. Jika pun nanti KPK tak bisa berfungsi dengan baik, Polri tetap dapat membuat tenang masyarakat dengan adanya Densus Antikorupsi, sebagaimana tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selain itu, Densus Antikorupsi sekaligus dapat menjadi bukti visi profesional, modern, dan terpercaya (Promoter) yang digaungkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah berjalan dengan baik. []

Related Posts