Polri Resmi Terima Hibah Hasil Sitaan KPK

Tribrtanews.com- Bareskrim Polri resmi menerima hibah hasil sitaan KPK yang disita dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

Penyerahan aset KPK itu dilakukan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, di Hotel Marcure, Ancol Jakarta Utara dalam acara rakernis Bareskrim Polri.

“Seperti kita ketahui, kita baru saja menadatangani kerja sama antara KPK, Kejaksaan dan Polri mengenai money politics dalam rangka pilkada. Kerja sama kita tidak hanya di atas kertas. Pagi ini, kita juga menerima barang hasil rampasan dari KPK,” kata Komjen Ari dalam sambutannya, Kamis (8/3/2018).

Jendera bintang tiga itu berharap, kerja sama KPK-Pori dalam penegakan hukum bisa semakin meningkat. Kerja sama dilaksanakan dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Jadi, kalau Wiyagus (Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri) membutuhkan bantuan bisa menghubungi Pak Laode dan Aris juga,” kata Komjen Ari.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif merinci, penyerahan aset tanah dan bangunan tersebut berdasarkan keputusan Menkeu Nomor 721/KM.6/2017 tertanggal 12 September 2017.

Aset rampasan tersebut dari perkara Nazaruddin berupa dua bidang tanah dan bangunan bernilai Rp 12,4 miliar atas nama Nazaruddin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni di Jalan Wijaya Graha Puri, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara aset rampasan dari perkara Fuad Amin berupa satu unit kendaraan Toyota Kijang Innova nopol M 1299 GC yang diperkirakan senilai Rp200 juta. Kendaraan saat ini masih berada di Surabaya, Jatim.

Penyerahan kendaraan rampasan itu ke Polri berdasarkan keputusan Menkeu Nomor 245/KM.6/WKM.07/KML.03/2017 tertanggal 8 November 2017. Menurut Laode, aset sitaan tersebut nantinya akan dipakai untuk operasional Polri.

Laode menjelaskan KPK tidak hanya menghibahkan aset sitaan kepada Polri saja. Pihaknya juga akan memberikan aset sitaan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Ini bukanlah aset Nazaruddin yang pertama. Aset berikutnya adalah kantor yang lebih besar lagi dan akan kami hibahkan kepada ANRI,” katanya.

Penghibahan aset rampasan kepada lembaga negara yang membutuhkan diprioritaskan daripada lelang ke pihak swasta. “Kalau negara membutuhkan untuk operasional, daripada kami lelang ke swasta, lebih baik negara yang langsung memanfaatkan,” paparnya.

(Tribratanews.com)

Related Posts