Polri dan Stakeholders Zona Sumatera Satukan Kekuatan Tangani Karhutla

Tribratanews.com – Jajaran Polri dan stakeholders zona Sumatera satukan kekuatan tangani masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bertempat di Mapolda Riau, Pekanbaru, Rabu (09-08-2017), jajaran Polda Aceh, Polda Sumatera Utara, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi, dan instansi terkait, sambut kedatangan Tim Monitoring, Evaluasi, dan Asistensi VII Giat 3 Promoter Kapolri Dalam Rangka Penanggulangan Karhutla Zona Sumatera.

Tim ini dipimpin langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH, sebagai Ketua Tim, didampingi anggota antara lain Asops Kapolri Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan SH, MM, MH, dan Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Drs Umar Septono SH, MH.

Dalam arahannya, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno menyampaikan, kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk langkah kongkrit pemerintah dalam hal kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan Karhutla dengan mengumpulkan seluruh stake holder dan para Kapolda di wilayah Sumatera.

Dengan acara ini, lanjutnya, dapat dilakukan upaya saling tukar informasi dan pengalaman cara bertindak Polda masing-masing untuk disimpulkan cara penanggulangan terbaik, menghimpun masalah yang terjadi dan solusinya bagaimana, termasuk anggaran yang diperlukan.

“Tim dari Mabes Polri hanya bersifat memberikan asistensi dan memberikan bantuan terkait pasukan untuk kegiatan pemadaman titik api, dukungan peralatan, serta petugas penyidik yang melaksanakan penyidikan manakala terdapat unsur kesengajaan Karhutla,” jelas Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno.

Kabaharkam berharap, masing-masing Polda mempunyai terobosan kreatif untuk dipadukan agar saling mengisi dan dijadikan SOP secara nasional sebagai upaya mempermudah kontrol Pemerintah (Presiden) untuk pengendalian masalah Karhutla di lapangan.

“Hasil dari kegiatan ini akan dibuat laporan kepada Kapolri, termasuk permasalahan dan solusinya. Dengan harapan nanti bisa disampaikan pada Sidang Kabinet oleh Kapolri sehingga ada perhatian oleh Pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya,” kata Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno.

Namun demikian, Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno menekankan, agar upaya pencegahan dengan mengerahkan Bhabinkamtibmas dan unsur 3 Pilar Kamtibmas lainnya (Lurah/Kades dan Babinsa) untuk dikedepankan. Karena, menurutnya, pencegahan akan menekan biaya lebih murah daripada jika melakukan penindakan.

Untuk itu semua, diperlukan peralatan, seperti smartphone, agar bisa diseragamkan kesamaan jenis dan penggunaaanya, sehingga informasi bisa termonitor dengan cepat dari petugas di lapangan. Para pengusaha juga dapat dilibatkan dalam pencegahan yaitu melalui program CSR, seperti menyediakan peralatan canggih dan pelatihan.

“Apabila masyarakat sudah dilakukan imbauan dan masih melakukan kebakaran hutan, maka penegakan hukum adalah langkah yang tepat. Agar kerugian negara tidak terlalu banyak,” tegasnya.

[Tribratanews.com/AKP Bambang AS]

Related Posts