Polres Temanggung Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Suporter

Tribratanews.com – Plongoh memperagakan 18 adegan dalam rekonstruksi kasus penganiayaan oleh suporter tim PSS Sleman di Pare, (27-07-2017) lalu yang mengakibatkan Nur Ananda warga Madyocondro, Secang, Kabupaten Magelang, meninggal dunia.

Rekonstruksi yang dilaksanakan oleh Polres Temanggung ini digelar di halaman Mapolres Temanggung, yang dihadiri oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, saksi, dan dua pelaku yang didampingi pengacara.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, rekonstruksi dimulai dari tersangka duduk di dalam bus hingga melakukan penganiayaan dan kembali lagi ke bus.

Ia juga menjelaskan, bahwa kedua tersangka penganiayaan ini bukan pelaku utama pembunuhan terhadap korban meninggal, namun demikian kedua tersangka ini juga ikut andil dalam penganiayaan sehingga mengakibatkan korban meninggal.

“Dua tersangka ini bukan tersangka utama, namun mereka juga ikut melakukan penganiayaan dan dari rekonstruksi ini dapat kita lihat peran dari keduanya,” terangnya pada Selasa (22-08-2017).

Maesa menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama dan sudah mengantongi nama serta alamatnya dan Ia mengimbau agar para tersangka segera menyerahkan diri.

“Sudah kita ketahui dan kantongi nama, alamat, serta ciri-ciri pelaku, akan kita kejar terus sampai dapat,” katanya.

Kapolres Temanggung juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini sehingga para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Setiap perbuatan ada konsekensi dan tanggung jawabnya, semua sama dimata hukum, jadi kami akan tegas kepada siapapun yang melanggar hukum,” tegas Kapolres.

 

[Tribratanews.com/ Polres Temanggung]

Related Posts