Polres Purbalingga Jaga Ketat Jalannya Sidang Putusan Kasus Pembunuhan

Tribratanews.com – Polres Purbalingga, Jawa Tengah, menjaga ketat sidang putusan kasus pembunuhan nenek dan cucunya dengan terdakwa Amin Subechi (26). Puluhan polisi tampak berjaga di Pengadilan Negeri Purbalingga, Senin (09-10-2017).

Ratusan warga pendukung dan keluarga korban tampak hadir di Pengadilan Negeri Purbalingga. Dengan membawa tulisan mereka berorasi di halaman pengadilan menghendaki terdakwa dihukum mati. Bahkan ada yang menampilkan aksi teatrikal dan pembacaan puisi.

Kabag Ops Polres Purbalingga AKP Herman Setiono mengatakan untuk mengamankan jalannya sidang putusan, pihaknya menerjunkan lebih dari seratus personel pengamanan. Selain dari polres, pengamanan dibantu dari personel polsek jajaran.

“Banyaknya massa yang menghadiri sidang menjadi perhatian tersendiri pihak kepolisian. Oleh sebab itu, dilakukan pengamanan lebih ketat untuk menjamin sidang berlangsung lancar dan mencegah terjadinya gangguan keamanan,” jelas Kabag Ops.

Dalam sidang, Hakim Ketua Ageng Priyambodo SH menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa Amin Subechi. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Setelah membacakan vonis, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan terdakwa berkonsultasi dengan penasehat hukumnya. Penasehat hukum terdakwa, Imbar Sumisno menyampaikan akan mengajukan banding terkait vonis yang dijatuhkan.

Setelah sidang, ratusan warga yang turut hadir meluapkan kegembiraannya. Apa yang diharapkan massa pendukung korban agar terdakwa dihukum mati, sama dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim. Selanjutnya massa meninggalkan pengadilan negeri dengan berkonvoi.

 

[Tribratanews.com/ Humas Polres Purbalingga]

Related Posts