Polisi Tangkap Pelaku Penipuan yang Mengaku Sebagai Anggota KPK di Bantul

Tribratanews.com – Polsek Pudong Polres Bantul, DI Yogyakarta, berhasil meringkus anggota KPK gadungan berinisial BS (23) karena telah melakukan penipuan terhadap Handika Saputra (21). Selain BS, petugas juga mengamankan rekannya berinisial SG (63) yang diduga turut membantu BS saat melakukan penipuan.

Kapolsek Pundong AKP Ngadi SH, MH, mengungkapkan, kasus ini berawal saat Handika bertemu dengan BS pada bulan April 2016 di rumah Suratijo yang merupakan tetangga korban.

“Jadi waktu ketemu, BS ini mengaku sebagai intel KPK kepada korban. Sekaligus menawarkan pekerjaan kepadanya untuk menjadi anggota Polri, TNI atau pegawai KPK,” ujarnya, Selasa (15-08-2017).

Kemudian korban yang tertarik dengan bujuk rayu BS disarankan, apabila ingin menjadi pegawai KPK agar segera membuat surat lamaran yang dilampiri foto kopi KTP, foto kopi KK, SKCK dan surat keterangan sehat dari dokter.

Selanjutnya, untuk lebih jelasnya korban disarankan datang langsung ke rumah BS. Lima hari kemudian korban bersama kakaknya datang ke rumah BS. Pada saat itu, BS menyampaikan kepada korban dan kakaknya bila ingin menjadi anggota KPK harus membuat lamaran yang ditujukan kepada pimpinan KPK di Jakarta.

Untuk memperlancar proses lamaran, BS mengatakan harus membayar uang Rp18 juta. Menurut BS apabila sudah menyerahkan uang tersebut, maka dalam waktu dua minggu korban dijanjikan akan menerima SK pengangkatan dan baju seragam KPK serta akan diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan di Megamendung Bogor.

Kemudian pada Senin, 25 April 2016 korban bersama kakak dan ibunya menyerahkan uang Rp15 juta kepada BS. Selanjutnya oleh BS dibuatkan kwitansi tanda pembayaran. Sementara untuk kekurangan pembayaran sebesar Rp3 juta akan dilunasi setelah SK turun.

Namun beberapa hari kemudian, BS meminta korban untuk segera melunasi kekurangannya. Kemudian pada Jumat, 29 April 2016 korban melunasi kekurangan tersebut dengan mentransfer ke rekening BCA atas nama Boby Fredi Haryanto sesuai permintaan BS.

Setelah lama ditunggu SK pengangkatan korban sebagai anggota KPK tak kunjung turun. Namun untuk seragam KPKnya, sudah diserahkan kepada korban. Bahkan dengan mengenakan seragam KPK, korban sempat diajak keliling mendatangi balai desa di wilayah Pundong oleh BS dan rekannya SG. Kepada perangkat desa yang mereka temui, mereka menanyakan masalah pembangunan desa serta sumber dananya.

Korban akhirnya mulai merasakan adanya kejanggalan. Sadar telah menjadi korban penipuan, korban akhirnya melaporkan BS ke Polsek Pundong. Pada Rabu, 9 Agustus 2017, BS berhasil diringkus petugas Polsek Pundong di rumahnya.

Di hadapan petugas, BS mengaku uang milik korban yang diserahkan kepadanya telah diserahkan kepada SG. Petugas lalu memburu SG di Tanuprayan Loano Purworejo. Tanpa perlawanan, SG berhasil dibekuk petugas di rumahnya.

“Atas perbuatannya, pelaku kita jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun,” pungkas Kapolsek.

[Tribratanews.com/Humas Polres Bantul]

Related Posts