Polisi Sita Satu Unit Mobil Mewah dan Uang Rp700 Juta dari Oknum PNS Dispenda Pemkot Palembang

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede

Tribratanews.com – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang Sumatera Selatan Kompol Maruly Pardede, mengatakan, penyidik Sat Reskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah mengamankan atau menyita barang bukti satu unit mobil mewah dan uang senilai Rp. 700 juta dari tersangka E, oknum PNS di lingkup Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkot Palembang.

Mobil mewah dan uang tersebut diduga hasil perbuatan dugaan korupsi tersangka E yang merupakan mantan Kepala Seksi (Kasi) di Dispenda Pemkot Palembang.

“Mobil dan uang itu, kita amankan setelah penyidik menemukan sejumlah barang bukti dari aliran uang tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka,” jelasnya, pada Senin (02-01-2017).

Dilanjutkannya, pidana korupsi yang diduga dilakukan tersangka telah merugikan negara sebesar Rp. 2 miliar lebih.

“Adapun modus tersangka yakni, menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sediri. Selain itu, tersangka juga diduga sudah memanipulasi data penyetoran pajak,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Perwira berpangkat melati satu dibahunya ini, dalam dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan tersangka E, penyidik Tipikor Polresta Palembang telah memeriksa 35 saksi.

Ke 35 saksi yang sudah diperiksa terdiri dari 22 orang saksi dari Dispenda Kota Palembang, 2 saksi dari pihak hotel bintang empat di kawasan Jalan Jendral Sudirman

Kemudian 3 saksi dari pihak swasta serta 3 saksi yang terdiri dari tiga pihak bank swasta di Palembang dan 1 orang saksi yang mengaku jika tersangka E juga diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Selain itu, kita juga telah memeriksa 4 saksi ahli,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede.

Menurut Kompol Maruly Pardede, atas perbuatan dugaan korupsi yang diduga dilakukan tersangka E maka yang bersangkutan terancam Pasal 2 ayat (1) dan (3) UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 64 KUHP.

Untuk ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan paling singkat 4 tahun kurungan penjara.

“Sedangkan untuk mencari tersangka lain dalam dugaan kasus ini, kita belum bisa memastikannya. Sebab, saat ini kita masih fokus kepada tersangka E dulu. Setelah selesai, barulah nanti kita lakukan pengembangan terhadap dugaan tersangka lainnya,” tutup Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede.

[Humas Polda Sumsel/Polresta Palembang]

Komentar

Related Posts