Polisi Gadungan Pemeras Warga Ditembak Polsek Kalideres Jakbar

 

 

Tribratanews.com- Anggota Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat menembak kaki Eka Supriyadi yang mengaku sebagai anggota Subdit Resmob Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berpangkat Inspektur Satu.

Kapolsek Kalideres Kompol Efendi SH mengatakan, pria bernama Eka Supriyadi diamankan jajaran Polsek Kalideres setelah dilaporkan berpura-pura sebagai polisi dan memeras korbannya hingga puluhan juta rupiah.

Saat menipu, Eka memperkenalkan diri sebagai anggota Subdit Resmob Polda Metro Jaya dengan pangkat inspektur satu (Iptu).

“Tersangka atas nama Eka menipu dua orang yang tersangkut kasus narkoba. Dia menjanjikan korban bisa bebas jika memberikan sejumlah uang. Namun, saat uang diberikan, kasus dari korban tetap diproses,” kata Kapolsek Kalideres Komisaris Efendi, Senin (28-08-2017).

Kompol Efendi menyampaikan, Eka melakukan penipuan tersebut sebelum Lebaran 2017. Ia bekerja sama dengan beberapa rekannya. Polisi masih menyelidiki rekan pelaku yang diduga terlibat penipuan tersebut.

Diduga, mereka memperkenalkan pelaku dengan orang yang sedang terjerat kasus hukum dan ingin mencari jalan pintas dengan cara menyogok polisi.

“Uang yang didapat dari menipu sebelum Lebaran Rp 60 juta, ada juga korban lain ditipu Rp 35 juta. Mungkin ada korban lagi, kami masih tunggu laporan masyarakat,” kata Kompol Efendi.

Kompol Efendi menjelaskan, saat anggota Polsek Kalideres membawa tersangka untuk menunjukan barang bukti tersangka mencoba melawan petugas. Sehingga polisi terpaksa melumpuhkan kaki tersangka yang mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya.

“Kami terpaksa menembak kaki tersangka karena mencoba melawan,” tuturnya.

Masih kata Kompol Efendi, hingga saat ini Polisi masih mengembangkan kasus ini dengan menghimpun informasi dari sejumlah saksi dan pihak terkait.

Bersama dengan Eka, turut diamankan barang bukti berupa satu senjata api berikut dengan peluru, uang tunai Rp 8 juta, kalung emas, kompor gas, serta kulkas berukuran sedang yang dibeli dari uang hasil penipuan.

Atas tindakannya, Eka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerasan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Ancaman hukumannya, sembilan tahun penjara.

[Tribratanews.com]

Related Posts