Polda Sumbar Lakukan Penandatanganan MoU dengan LKAAM Sumbar

Tribratanews.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Rabu (26-07-2017) di Mapolda Sumbar.

Dalam MoU tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum, pejabat utama Polda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar Drs. Sayuti DT Rajo Panghulu, Ketua LKAAM Kota dan Kabupaten se Sumbar, Kasat Binmas sejajaran Polda Sumbar dan beberapa anggota Bhabinkamtibmas.

Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum dalam sambutannya mengatakan Penandatanganan MoU ini sebagai tindak lanjut deklarasi tokoh adat Minang yang disampaikan dan ditandatangani dihadapan Kapolri Jenderal Pol. Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A, Ph.D.

“Dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan memantapkan peran serta tokoh Ninik mamak khususnya dalam upaya pembinaan dan penyelesaian masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat,” ucap Kapolda.

Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan nantinya akan menjadi pedoman bagi para pelaksana dilapangan, yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Wali Nagari, tokoh agama dan tokoh masyarakat secara bersama membangun sinergitas dalam harkamtibmas. Selain itu kegiatan MoU tersebut juga merupakan implementasi dari peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015 tentang pemolisian masyarakat.

“Sebagai langkah strategis Polri dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di desa, Kelurahan, Nagari dengan meningkatkan forum kemitraan polisi dan masyarakat (FKPM),”jelasnya.

Kapolda menerangkan saat ini ada beberapa ancaman bagi masyarakat yang harus disikapi secara bersama, yakni Narkoba dan paham kelompok radikal.

“Narkoba tidak dipungkiri lagi, karena sudah masuk ke Sumbar. Polda Sumbar telah berupaya dengan keras untuk mencegah dan menindak, baik penjual maupun pemakai,” ungkap Irjen Pol Drs. Fakhrizal.

“Demikian juga dengan penyebaran paham Radikal, untuk itu dalam upaya mencegahnya kiranya peran tokoh adat bersama Polri melakukan langkah-langkah konkrit,” ucap Kapolda menambahkan.

Dirinya berharap keberadaan para tokoh adat Minang di FKPM akan menjadi tokoh utama yang banyak memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah yang terjadi di wilayah Hukum Sumatera Barat.

 

 

[Tribratanews.com – Humas Polda Sumbar]

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Related Posts