Polda Riau Amankan 700 Slop Rokok Tanpa Cukai Asal Batam

Tribratanews.com – Dit Reskrimsus Polda Riau berhasil mengamankan 700 slop rokok ilegal berbagai merk tanpa cukai yang dibawa menggunakan mobil di Jalan Manunggal, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Senin (28-08-2017).

Wadir Reskrimsus Polda Riau AKBP Edy Faryadi membenarkan penangkapan rokok ilegal itu dan saat ini kedua pelaku berinisial IZ (39) dan KH (41) sudah diamankan di kantor Dit Reskrimsus Polda Riau untuk dimintai keterangan.

AKBP Edy menuturkan, penangkapan kedua pelaku berawal saat petugas mendapatkan laporan tentang adanya jaringan peredaran rokok ilegal. Setelah mendapatkan laporan tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

“Hasil penyelidikan di lokasi tepatnya di Jalan Manunggal, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, petugas mendapati mobil Daihatsu Luxio warna putih, dan saat itu juga petugas langsung memberhentikan mobil tersebut dan kemudian dilakukan penggeledahan,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh petugas, didapati di dalam mobil yang dikendarai IZ dan KH ditemukan 700 slop rokok ilegal dari berbagai merk tanpa pita cukai.

“Kasus tersebut penangannya akan dilimpahkan ke Kanwil Bea dan Cukai Provinsi Riau untuk penanganan dan proses hukum lebih lanjutnya,” kata AKBP Edy Faryadi.

Berdasrkan hasil pengembangan sementara, rokok-rokok tanpa cukai merk Gle sebanyak 700 slop, Scot sebanyak 21 slop dan sisanya merk H Mild ini dibawa dari Sumatera Barat, sedangkan pelaku memesannya dari Tembilihan, Kabupaten Inhil.

“Rokok ilegal ini diduga datang dari Batam, Provinsi Kepri. Kuat dugaan masuk dari Tembilahan maupun Bengkalis dibawa ke Sumbar lalu disuplai ke Riau untuk kemudian diperjual-belikan ke kebun sawit yang ada diwilayah Riau,” lanjut AKBP Edy.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 54 UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai tentang menawarkan, menyerahkan, menyediakan atau menjual untuk penjualan eceran atau tidak dilengkapi dengan pita cukai.

“Kedua pelaku diancam dengan pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun kurungan penjara serta denda sebanyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tutup Wadir Reskrimsus Polda Riau AKBP Edy Faryadi.

[Tribratanews.com/Humas Polda Riau]

Related Posts