Polda Jatim Backup Mabes Polri dalam Menggerebek Gudang Penyimpanan Wortel Cina Beracun

Tribratanews.com – Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, membenarkan jika Mabes Polri melakukan penggrebekan gudang
penyimpanan wortel beracun di kawasan Romokalisari Surabaya, Selasa (22-08-2017).

Penggrebekan dilakukan berdasarkan adanya dugaan wortel mengandung zat kimia berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan mental pada anak. Dari
penggrebekan tersebut, satu orang berinisial NG diamankan.

Tim gabungan Mabes Polri melakukan penggerebekan gudang wortel di Blok D No 28, Pusat Pergudangan Romokalisari, Surabaya. Gudang yang diketahui
milik Sugiharto ini digerebek, Minggu (20-08-3017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Penggerebekan dilakukan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim (Satgas Pangan), BIN Mabes Polri dan di backup Polda Jatim.

“Kami melakukan back up tugas yang dilakukan Mabes Polri di Jatim. Memang gudang wortel di Surabaya digerebek teman-teman Mabes,” kata Kabid Humas
Polda Jatim, Senin (21-08-2017).

Dari hasl penggerebekan, polisi mengamankan NG, pengelola, warga Surabaya dan biasa menjadi perantara benih buah Cina ke Indonesia.

“Pelaku NG setelah diamankan dibawa ke Mabes Polri untuk pembangan penyidikan,” lanjut Kombes Barung-sapaan akrabnya.

Gudang yang digerebek merupakan gudang menyimpan benih wortel impor dari China. Benih ini dibudidayakan di lahan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Kemudian, jika sudah siap jual, wortel yang dinilai mengandung zat berbahaya dan bisa mempengaruhi perkembangan mental anak dikirim ke Jawa Timur dan
disimpan di gudang Romokalisari.

“Lokasinya ada di dua tempat, di Dieng tempat budidayanya. Sedang di Jawa Timur sebagai tempat penyimpanan dan distribusinya. Apakah makanan itu
mengandung zat A, B, C dan D perlu hasil uji lab, penelitian validitas,” terang Barung.

Untuk memastikan kandungan wortel itu bahaya atau tidak, penyidik menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

“Semua ditangani Mabes Polri karena TKP ada di Jateng dan Jatim,” tandasnya. (mbah).

 

[Tribratanews.com/ Humas Polda Jatim]

Related Posts