Petugas Gabungan Gelar Simulasi Bencana Tsunami di Desa Sidoharjo Gunungkidul

Tribratanews.com – Wilayah pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tiba-tiba diguncang gempa hebat, masyarakat segera berhamburan keluar rumah, Selasa (29-08-2017). Adanya peringatan dari pihak yang berwenang bahwa akan terjadi bencana tsunami di pantai selatan, masyarakat diimbau tetap tenang dan segera berkumpul di titik evakuasi.

Petugas dari BPBD dan Kapolsek Tepus AKP Moh Jusuf Tianotak SKep, segera memerintahkan anggota untuk mengevakuasi para korban ke tempat yang lebih aman. Berkat kesiapsiagaan warga dan BPBD dibantu instansi lain, para korban dapat diselamatkan dalam bencana tsunami tersebut. Korban luka-luka mendapat pertolongan dan perawatan dari tim medis.

Kejadian tersebut merupakan bentuk simulasi bencana alam gempa bumi yang diikuti tsunami di pantai Slili, Sidoharjo, Tepus. Acara ini sebagai terwujudnya Desa Tanggap Bencana (Destana) yang dicanangkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Menurut Kepala BPBD Gunungkidul Budi Harjo, simulasi ini bertujuan untuk menanggulangi maupun meminimalisir korban bila terjadi bencana alam, misalnya tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan bencana lainnya. “Masyarakat juga diimbau agar setelah diadakannya simulasi ini nantinya sudah tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana alam,” ujarnya.

Turut hadir dalam simulasui bencana antara lain Gubernur DIY diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra DIY, Bupati Gunungkidul diwakili Asisten 1 Agus Praskoro, Kapolres Gunungkidul diwakili Kabag Ren Kompol Sudarno SH, Camat Tepus dan Tanjungsari, Kapolsek Tepus dan Tanjungsari, Danramil Tepus, Kades Sidoharjo dan Kades Desa Banjarejo serta tamu undangan lainnya.

Dalam simulasi bencana alam tersebut, Polsek Tepus mengerahkan 15 personel demi kelancaran ini dan dipimpin oleh Ipda Sutarno. Acara berlangsung tertib, aman dan lancar.

[Tribratanews.com/Humas Polda DI Yogyakarta]

Related Posts