Pensiunan PNS Asal Ngraho Bojongero Akhiri Hidup dengan Tali Kopling Motor

Tribratanews.com – Seorang pensiunan PNS, warga Desa Kalirejo RT 007, RW 003, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, bernama Sutarwojo (60), ditemukan oleh istrinya telah meninggal dunia akibat gantung diri, pada Selasa (22-08-2017) sekira pukul 13.30 WIB.

Belum diketahui mengapa Sutarwojo sampai nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengerikan ini.

Menurut keterangan Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto S SH, sebagaimana dihimpun dari keterangan saksi Lamijah (44), istri Sutarwojo, bahwa pada Selasa (22-08-2017) sekira pukul 06.00 WIB, korban mengantar anaknya berangkat ke sekolah di Padangan dan kembali pukul 07.00 WIB.

“Sutarwojo selanjutnya melakukan aktivitas seperti biasa dan tidak ada yang mencurigakan,” terang Kapolsek menirukan keterangan saksi.

Kapolsek menambahkan, sekitar pukul 11.00 WIB, Lamijah melihat suaminya sedang menonton televisi.

Sekira pukul 13.15 WIB, ia sudah tidak menonton televisi lagi, sehingga istrinya berusaha mencari keberadaan Sutarwojo, dengan cara memanggil. Namun tidak ada jawaban hingga kemudian saksi melakukan pencarian di dalam rumah.

“Saat itulah saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di anak tangga, dengan menggunakan tali kopling sepeda motor,” lanjut Kapolsek.

Mendapati kejadian tersebut, kemudian istri korban berteriak minta tolong kepada warga sekitar, sehingga warga berdatangan untuk membantu.

“Saat para tetangga berdatangan, diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke kepala desa setempat dan dilanjutkan ke Polsek Ngraho ,q” ungkap Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis yang dipimpin dr Punita Surya dari Puskesmas Ngraho, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di sekitar badan korban.

“Korban dipastikan murni meninggal dunia karena gantung diri,” ungkap Kapolsek.

“Belum diketahui motif, mengapa korban sampai nekat gantung diri. Saat ini petugas masih meminta keterangan saksi-saksi,” terang Kapolsek.

Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman.

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Bojonegoro – Polda Jatim]

Related Posts