Pelaku Pembantaian Pasangan Nikah Siri di Tambak Agung Mojokerto Akhinya Dibekuk

Tribratanews.com – Pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di Dusun Tambak Agung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, akhirnya berhasil diringkus Tim Resmob Polres Mojokerto.

Dalam press release yang digelar di depan Maspolres Mojokerto, pada Selasa (22-08-2017) pukul 14.00 WIB, Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata S.Sos, SIK, MH, membeberkan keberhasilan tim Resmob dalam meringkus pelaku, dengan waktu tak lebih dari 18 jam sejak kejadian pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Senin (21-08-2017) dini hari, pelaku S (55) membunuh istrinya bersama dengan laki laki yang diduga suami sirinya di rumah sang istri di Dusun Tambak Suruh, DesaTambak Agung, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Berbekal keterangan dari anak korban yang menjadi saksi kunci yang mengetahui persis kejadian tersebut, maka Kapolres Mojokerto yang saat itu memimpin olah TKP, langsung memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Paska olah TKP, Tim Resmob berangkat ke Surabaya pukul 04.00 WIB untuk mencari keberadaan pelaku yang sehari-hari bekerja menarik becak di Stasiun Semut Surabaya. Setelah dicari, pelaku tidak berada di tempat, tim memutuskan untuk melakukan pengejaran di Madura pukul 08.00 WIB, karena berdasarkan informasi yang didapat, pelaku memiliki tempat tinggal di Desa Meten, Kecamatn Omben, Sampang,” urai AKBP Leonardus.

Ditambahkan Kapolres Mojokerto, Tim Resmob Polres Mojokerto dengan diback up oleh tim Resmob Polres Sampang, melakukan penyelidikan, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Akhirnya Tim Resmob Polres Mojokerto yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso SH, berhasil membekuk pelaku di wilayah Kecamatn Rapah Sampang, yang saat itu sedang berjalan menuju rumah klebun (tokoh adat) sekira pukul 18.00 WIB.

“Pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Mojokerto. Pelaku terbukti melanggar pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan Pasal 44 ayat(3) Undang Undang RI no.23 thn 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” pungkas Kapolres.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Mojokerto – Polda Jatim]

Related Posts