Pedagang Sayur Keliling Ini Sempat Kaget, Tiba-tiba Selulus SMA Putrinya Ingin Jadi Polwan

Tribratanews.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara akhirnya mengirimkan 11 calon siswa (Casis) Polwan guna mengikuti pendidikan di Sepolwan, Ciputat, Jakarta Selatan.

Salah satu casis yang dikirim adalah Indah Chelsea Natalia Manurung. Putri bungsu pasangan Kresman Manurung dan Since Supit ini, lulus terpilih setelah mengikuti tahapan seleksi Polri tahun 2017 Panitia Daerah Sulawesi Utara.

Bagi sang ayah, Kresman Manurung, ini merupakan anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada keluarganya.

“Cita-citanya masih kecil tidak pernah berangan-angan jadi Polisi. Tapi sesudah lulus SMA, saya kaget, mendengar dia mau ikut tes Polisi,” ungkap ayah dua anak ini, yang berprofesi sebagai penjual ikan dan sayur keliling.

Awalnya ia pesimis kalau anaknya bakal lulus jadi Polisi. “Saya dengar-dengar kalau mau ikut pengangkatan Polisi itu harus orang yang punya duit. Saya bilang sama Indah, tidak usah saja, kalau boleh kuliah saja. Kalau kuliah, orangtua masih mampu membiayai,” cerita Kresman saat ditemui di rumahnya, di Melendeng Manado, Rabu (09-08-2017).

Tapi katanya, Indah tidak mau kuliah dan bersikukuh tetap mengikuti pengangkatan Polisi. “Dan puji Tuhan sekarang dia sudah dalam pendidikan. Harapan saya, dia bisa membanggakan orangtua dan Negara Republik Indonesia. Semoga apa yang dia cita-citakan itu bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Profesi sebagai penjual sayur keliling bukan hanya ia lakukan seorang, melainkan juga bersama istrinya. Puluhan tahun profesi ini sudah ditekuni keduanya.

“Setiap hari kalau pergi ke pasar jam 3 pagi dan kembali jam 6, selanjutnya menjalankan tugas (berjulan sayur) dan kembali ke rumah jam 11 siang,” kata Since.

Kini, Indah sudah yakin dengan jalan hidupnya untuk menjadi seorang pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia sementara ditempa di Bumi Widya Warapsari Jakarta selama 7 bulan ke depan, untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

“Barang siapa yang anak-anaknya mau mengikuti pengangkatan Polisi, silakan karena sudah tidak ada lagi pungli yang kita dengar-dengar setiap saat. Ternyata sekarang itu pungli sudah hilang. Lihat saja saya sendiri, profesi cuma sebagai penjual barito (bawang, rica, tomat), namun bisa diterima anak menjadi Polwan,” ungkap Kresman Manurung dengan bangga. (Supri)

[Tribratanews.com/Humas Polda Sulut]

Related Posts