Ny Tri Tito Karnavian Beri Dukungan Moril kepada Pengungsi Gunung Agung

Tribratanews.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak status awas Gunung Agung, Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari, Ny Tri Tito Karnavian, memberikan bantuan kemanusiaan berupa bahan pokok makanan dan uang tunai di Pasar Tradisional Sinduwati, Sidemen, Karangasem, Senin (25-09-2017).

Penyerahan bantuan didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny Barbara Golose, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny Ayu Alit Widana, dan Pengurus Bhayangkari Daerah Bali.

Kedatangan istri Kapolri ini disambut Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, Kabid Dokkes Polda Bali Kombes Pol Dr Agung Widjayanto SpF, DFM, Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana SIK, MSi, dan Pengurus Bhayangkari Cabang Karangasem. Pada kesempatan tersebut, Kapolres dan Wakil Bupati memaparkan situasi terkini terkait status Gunung Agung.

Dalam paparannya, AKBP I Wayan Gede Ardana mengatakan, sejak Jumat (22-09-2017) lalu sekitar pukul 20.30 Wita, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Agung dinaikan levelnya menjadi status awas, dengan arti bahwa 9 kilometer di bawah puncak Gunung Agung tidak ada aktivitas manusia karena kemungkinan gunung akan mengalami letusan. Kemudian diperluas di daerah selatan dan utara Gunung Agung yaitu 12 kilometer tidak boleh ada aktivitas manusia. Dengan adanya radius tersebut, maka banyak berdiri posko-posko pengungsian.

“Dengan status kenaikan awas ini, dari 8 kecamatan yang ada, terdapat 6 kecamatan yang terdampak adanya gunung berapi ini. Dua kecamatan yang tidak terkena dampak letusan Gunung Agung yaitu Kecamatan Sidemen dan Manggis. Yang paling parah adalah Kecamatan Selat, Bebandem, dan Kubu, hampir seluruh daerah kena rawan bencana ini,” ucap AKBP I Wayan Gede Ardana.

Perwira melati dua ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menanggulangi peristiwa ini. Berdasarkan data yang ada, jumlah keseluruhan pengungsi sebanyak 54.857 orang, yang tersebar di seluruh kabupaten yang ada di Bali.

“Jadi pengungsi ini ada di 143 lokasi di Kabupaten Karangasem dan 177 lokasi di luar Karangasem. Di posko pengungsian yang ada di Kecamatan Sidemen sebanyak 7.737 jiwa, sedangkan di Desa Sinduwati terdapat 1.216 jiwa,” terangnya.

Pasokan pangan dan kesehatan dari bantuan pemerintah daerah dan pusat sudah tersalurkan dari posko terpadu yang ada di Tanah Ampo, Manggis. Polres Karangasem sudah melaksanakan kegiatan kepolisian dalam menghadapi bencana alam ini, dengan membuat rencana Operasi Kotinjensi Aman Nusa Agung II. Selain itu, personel Polres Karangasem sudah dibagi untuk melaksanakan patroli.

Di hadapan ratusan pengungsi, Ny Tri Tito Karnavian mengaku turut merasakan beban dari masyarakat yang mengalami dampak bencana peningkatan aktivitas Gunung Agung. Kehadirannya di pengungsian adalah untuk memberikan dukungan moril dan menyampaikan pesan agar para pengungsi tidak panik dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

“Pada kesempatan ini, kami menyerahkan tali asih guna meringankan dan membantu saudara-saudara sekalian yang berada dalam pengungsian. Semoga sedikit tali asih dari kami dapat bermanfaat bagi saudara-saudara,” kata Ny Tri Tito Karnavian.

Ketua Umum Bhayangkari merasa sangat prihatin atas situasi ini terutama kepada para ibu-ibu, lansia, dan anak-anak. Untuk itu, pihaknya meminta secara khusus kepada pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganannya, mengingat para pengungsi ini sudah mengalami penurunan dari segi tingkat kekuatan fisik.

“Pemerintah daerah agar bisa mengantisipasi semua hal-hal yang berisiko terhadap para ibu-ibu, lansia, dan anak-anak. Saya yakin bahwa pihak-pihak dari segala instansi sudah memperhatikan hal ini,” pintanya.

Bhayangkari adalah organisaasi yang berkecimpung untuk memberikan sumbangsih secara sosial kepada masyarakat, sehingga Bhayangkari datang untuk memberikan bantuan. Ny Tri Tito Karnavian juga mengatakan akan menerjunkan para Polwan Polda Bali untuk memberikan trauma healing di pengungsian. Para Polwan diminta untuk menghibur anak-anak, sehingga mereka merasa terhibur, gembira, dan tidak trauma saat berada di pengungsian.

“Kami berharap agar kejadian atau musibah ini cepat berlalu, sehingga para pengungsi dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan selamat,” katanya.

Usai memberikan bantuan di Desa Sinduwati, Sidemen, rombongan Ketua Umum Bhayangkari mengunjungi posko pengungsian di GOR Swecapura, Klungkung. Di posko ini, Ny Tri Tito Karnavian kembali menyerahkan bantuan berupa 6 ton beras. Selain itu, juga akan menyerahkan peralatan dapur berupa panci untuk dipergunakan di dapur umum. Tidak hanya itu, rombongan Bhayangkari juga menyempatkan waktunya untuk meninjau pos kesehatan, dapur umum, dan berinteraksi dengan para pengungsi yang berada di dalam tenda. (Bina Wartawan Bharaduta Bdjs)

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]

Related Posts