Meriahkan Festival Budaya Islami dan Khatam Qur’an, Menteri Agama Bersama Kapolda Sulbar Menunggangi Kuda Menari

 

Tribratanews.com – Mengkhatamkan Alquran bagi muslim Indonesia seringkali menjadi kebahagiaan. Tak jarang digelar syukuran atau Acara untuk memeriahkan Acara Tersebut usai anggota keluarga telah mengkhatamkan Alquran Hal ini sudah menjadi tradisi Khususnya Bagi Suku Mandar Prov. Sulawesi Barat.

Bertempat di Anjungan Pantai Manakarra Jl. Yos Sudarso Kec. Mamuju Kab. Mamuju telah berlangsung kegiatan Festival Budaya Islami dan Khatam Qur’an TPQ Binaan Pemkab. Mamuju tahun 2017 dengan tema “Melalui festival budaya Islami kita wujudkan Mamuju sebagai daerah berbudaya, ramah, beriman dan bebas buta aksara Al- Qur’an”

Tradisi syukuran usai mengkhatamkan Alquran bagi masyarakat Suku Mandar yang ada di Kab. Mamuju Prov. Sulbar terbilang unik. Acara yang telah dilaksanakan pada hari selasa Kemarin tgl 25 juli 2017 pukul 16.00 Wita sangatlah Meriah apa lagi pada acara tersebut turut dihadiri oleh Para Pejabat Khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia Bpk. Lukman Hakim Saifuddin beserta Ibu Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu hadir juga Wagub Sulbar, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Nandang, MH, Kepala BNNP Prov. Sulbar, PJU Polda Sulbar, Kapolres Mamuju, Bupati Mamuju, Wakil Bupati Mamuju, Pimpinan FORKOPIMDA lingkup Prov. Sulbar, Pimpinan OPD Lingkup Prov. Sulbar, Pimpinan OPD Lingkup Kab. Mamuju, Toga, Tomas dan undangan dengan jumlah sekitar 300 orang.

Bagi anak-anak yang telah mengkhatamkan Alquran akan diarak keliling kampung dengan menunggangi kuda menari atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah Saayang Pattuddu.

Khatam Alquran bagi masyarakat Suku Mandar, merupakan momen yang paling dinanti-natikan. Pasalnya, tradisi tersebut dijadikan sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat yang tersebar di sejumlah wilayah. Setiap anak yang sudah khatam, dipersilakan mengendarai kuda yang sudah dihias dengan sedemikian rupa. Mereka juga disemarakkan dengan iringan rebana yang disertai untaian pantun khas Mandar yang mengiringi arak-arakan itu.

Hal ini Mengundang rasa penasaran Menteri Agama RI  dan Para Pejabat lainnya Seperti Kapolda Sulawesi Barat,dan Bupati Mamuju untuk ikut Mencoba Menunggangi Saayang Pattuddu (Kuda Menari ).

Hebatnya, kuda-kuda tersebut juga terlatih untuk mengikuti irama pesta dan mampu berjalan sembari menari. Kuda itu menari dengan cara menggoyang-goyangkan kaki dan menggeleng-gelengkan kepala agar tercipta gerakan yang menawan dan harmonis, mengikuti iringan musik tabuhan rebana.

[tribratanews.com/humas polda sulbar]

Related Posts