Merasa Tak Dihargai, Pemuda Tegalsari Pukuli Pacarnya Hingga Babak Belur

Tribratanews.com – Musleh Afandi, hanya bisa pasrah saat diringkus Unit Reskrim Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya, lantaran menganiaya kekasihnya sendiri, yaitu YAN, hingga babak belurm, Rabu (16-08-2017).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di tempat kos korban di kawasan Kedung Rukem. Polisi yang mendapatkan laporan, lantas menindaklajuti kasus tersebut. Tidak butuh waktu lama, pelaku dapat ditangkap.

Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin menceritakan, Musleh malam itu berniat menjemput korban pulang kerja sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Tidar. Namun handphone korban tidak bisa dihubungi.

Rupanya, korban sudah diantar pulang temannya. Lantaran hal tersebut, Musleh kalap dan langsung menuju tempat kos korban. Musleh langsung memaki dan
menganiaya korban saat bertemu di depan kos tersebut.

Korban ditendang, dipukuli dan dihantamkan ke tembok pagar. Tak pelak, korban pun menderita luka yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya.

Wajah korban mengalami memar, lecet dan bengkak di beberapa titik. Pelipis mata kiri YAN sobek dan berdarah. Rahang kiri korban juga tampak bengkak. Belum lagi sejumlah area perut dan kaki korban yang juga membiru lantaran ditendang pelaku.

“Setelah melakukan visum di rumah sakit Dr Soetomo, korban sudah diperbolehkan pulang, walaupun harus beristirahat di rumah selama seminggu,” terang Abidin.

Polisi kemudian mencari keberadaan Musleh. Hingga akhirnya dia berhasil diringkus di rumahnya di kawasan Nyamplungan. Namun, raut mukanya tampak tenang saat digelandang polisi menuju Mapolsek Tegalsari.

Saat diinterogasi, pria berusia 27 tahun itu mengaku menganiaya kekasihnya sendiri, YAN, hanya dengan tangan kosong. Dirinya mengaku kalap dan sakit hati lantaran usahanya dianggap tak dihargai.

Namun, berdalih apapun, Musleh telah terbukti bersalah. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Dia terancam hukuman penjara selama 5 tahun,” tandas perwira polisi lulusan 2014 itu. (jetlee)

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polrestabes Surabaya – Polda Jatim]

Related Posts