Lagi! Warga Bandung Meregang Nyawa di Ujung Pistol Oknum Polisi

Foto: Istimewa

Tribratanews.com – Kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum personel Kepolisian terhadap warga terjadi lagi. Sebelumnya di Kota Tegal, Jawa Tengah, beberapa hari lalu, salah seorang warga tewas setelah satu butir peluru yang diduga dilepaskan oknum Polisi menembus dada korban hingga tewas.

Pada Minggu (01-10-2017), tepat di hari kesaktian Pancasila, peristiwa serupa kembali terjadi. Korbannya adalah Agus Maulana Sidin (23 tahun), warga Jalan Moh Toha, RT 04/04, Kelurahan Karasak, Kota Bandung, Jawa Barat. Agus meregang nyawa setelah satu butir peluru yang diduga dilepaskan oknum polisi personel Polrestabes Bandung bersarang di tengkuk korban.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, yang dikonfirmasi para wartawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan terus mendalami peristiwa tersebut.

Terkait disengaja atau tidak, hal itu kata Hendro, akan disampaikan setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara dan merampungkan proses penyelidikannya.

“Peristiwa ini sudah kami tangani. Ada empat anggota yang sudah ditahan dan dimintai keterangan dan akan kita sampaikan setelah semuanya rampung dulu. Disengaja atau tidak, akan kita sampaikan nanti,” kata Hendro.

Meski begitu, Hendro sedikit membeberkan kronologi kejadian, bahwa menurut informasi yang dia terima, awal kejadian, oknum polisi tersebut sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku penganiayaan. Namun entah apa yang terjadi, sebut Hendro, tiba-tiba personel yang mendatangi lokasi penangkapan mendapat perlawanan dari warga.

“Anggota mendapat perlawanan dari warga yang mengakibatkan anggota mengalami luka memar. Bersamaan dengan itu, terdengar bunyi letusan senjata yang diduga dari senjata Bripka Pepe. Setelah diperiksa salah satu warga terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia,” kata Hendro kepada wartawan.

Sementara itu, Kakak kandung korban yakni Suhendar (32), yang ditemui para wartawan di rumah sakit, mengatakan saat kejadian dia bersama rekan-rekannya dan juga korban sedang nongkrong di depan gang rumahnya. Setelah itu salah satu dari mereka beranjak pergi hendak beli rokok, korban Agus Maulana pun menyusul.

“Tidak lama setelah itu, saya mendapat kabar kalau adik saya dibawa ke rumah sakit. Saya lalu ke rumah sakit dan kata dokter adik saya sudah meninggal dunia,” kata Suhendar di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung. (HS)

[Tribratanews.com]

Related Posts