Kekurangan Oksigen, Pendaki Asal Jakarta Meninggal di Gunung Cartenz

Tribratanews.com – Jenazah pendaki Gunung Cartensz tiba tiba di Bandar Udara Baru Mozes Klingin Timika menggunakan Cooper milik Intan Angkasa Air Service, Selasa (10-10-2017).

Korban diketahui berinisial AH, warga Kampung Baru RT 05 RW 03 Kecamatan Kebon Jeruk. Tim Evakuasi dari Basarnas dan Emergency Response Grup melakukan persiapan untuk menuju ke Gunung Cartensz guna mengevakuasi jenazah dengan mengguna heli Cooper milik Intan Angkasa Air Service.

Tim evakuasi yang tiba berhasil membawa jenazah dan kembali menuju Kota Timika guna melakukan Visum untuk selanjutnya di berangkatkan ke rumah duka di Jakarta. Jenazah tiba di Bandara Udara Baru Mozes Kilangin dan langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan menggunakan mobil Basarnas Timika.

Jenazah yang tiba di kamar jenazah RSUD Kab. Mimika langsung dilakukan tindakan medis namun tidak dilakukan otopsi karena pihak keluarga di Jakarta telah menerima kepergian almarhum sehingga dilakukan mandi jenazah serta sholat jenazah untuk dipersiapkan akan berangkat ke rumah duka di Jakarta.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Papua membenarkan kejadian tersebut. Dari Keterangan salah satu rekannya, Irfan, yang merupakan satu tim pendakian menjelaskan, mereka yang berjumlah 6 orang telah kembali dari puncak Gunung Cartensz akibat cuaca dan Iklim yang tidak bersahabat (hujan Es).

Tim terbagi menjadi 2 bagian karena AH lambat dalam menuruni Gurung Cartensz yang dicurigai akibat mengalami gangguan pernapasan (Ipoksya) sehingga rekan mereka berjalan duluan dan telah mencapai Posko Induk namun Komunikasi dengan menggunakan HT masih terdengar jelas dan masih dikabarkan kondisi membaik.

Selanjutnya komunikasi antara AH bersama rekannya Irfan terputus akibat cuaca dan iklim yang sangat buruk. Namun setelah mendapatkan informasi dari salah satu rekannya yang merupakan penunjuk jalan yang bersama AH memberi kabar lewat HT bahwa AH telah meninggal dunia akibat sesak napas (ipoksya/kekurangan oksigen).

Tim pendaki melakukan evakuasi terhadap AH, namun cuaca dan Iklim tidak bersahabat sehingga memutuskan untuk melaporkan ke Emergency Response Grup PT FI dan telah mendapatkan response untuk dilakukan evakuasi bersama Basarnas Timika.

[Tribratanews.com/Humas Polda Papua]

Related Posts