Karena Tak Tahu Aturan, Pabrik Tepung Oplosan Ilegal Digerebek Satgas Pangan Polres Banyuwangi

Tribratanews – Satgas Pangan Polres Banyuwangi menggerebek Pabrik tepung oplosan Ilegal yang memproduksi tepung untuk campuran pentol bakso yang berada di sebuah gudang yang tertutup rapat di Kelurahan Mandar, Selasa (25-07-2017).

AKP Sodik Efendi selaku Ketua Satgas Pangan yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Banyuwangi menjelaskan, bahwa sebelum nya petugas sudah
melakukan penyelidikan lantaran yang bersangkutan tak memiliki izin.

Akhirnya petugas pun melakukan penggerebekan dan pada saat itu beberapa pegawai sedang memproses pengoplosan dan pengepakan tepung oplosan tersebut.
Pemilik Gudang, Gunawan (60), diketahui menciptakan produk baru tanpa izin, berupa tepung campuran untuk pentol bakso dari tepung Tapi ka merk Terong Mas dan tepung sagu merk Pratama.

“Kedua tepung itu dioplos kemudian membuat produk baru dikasih merk Tiga Anak,” ungkapnya.

Sementara Gunawan, pemilik gudang dan juga pabrik tepung oplosan mengaku tidak mengetahui jika perbuatannya melanggar hukum. Padahal pabrik itu sudah
berproduksi selama lima tahun.

“Saya tidak tahu jika ini ilegal. Besok segera saya akan urus izin. Tepung ini permintaan pasar. Ini buat campuran pentol,” ujarnya.

Dirinya mengakui, mendapatkan bahan tersebut dari Jember dan Banyuwangi saja. Sementara dari oplosan itu, dirinya mencetak lagi produk baru dengan ukuran 500 gram dengan harga Rp40 ribu per bungkus.

“Saya tidak setiap hari produksi. Tergantung pesanan,satu kali produksi sekitar 10 sampai 50 bal,” tambahnya.

Selanjutnya barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas, berupa mesin pencampur dan pencetak tepung serta bahan baku dari dua merk tepung yang
dicampur masing-masing 2 ton, pabrik tersebut juga telah diberi garis polisi dan tidak boleh melakukan aktivitas pabrik lagi selain itu pelaku juga jerat dengan
Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. (ice/mbah)

 

[Tribratanews.com/ Humas Polres Banyuwangi- Polda Jatim]

Related Posts