Kapolres Gianyar Hadirkan Reog Ponorogo Hibur Pengungsi Gunung Agung di Sukawati

Tribratanews.com – Atraksi Reog Ponorogo memberikan hiburan gratis bagi para pengungsi aktivitas Gunung Agung di posko Sutasoma, Kecamatan Sukawati, Kamis sore (05-10-2017). Seniman beraksi menari diiringi gamelan dan juga menggunakan sarana api yang disemburkan ke atas langit.

Anak-anak pengungsi pun terheran-heran dengan aksi seniman yang dibawa oleh jajaran Polres Gianyar, Polda Bali itu. Kapolres Gianyar, AKBP Djoni Widodo, mengaku dirinya memiliki darah Ponorogo, Jawa Timur, dan masih ada hubungan dengan seniman reog rantauan Madiun yang kesehariannya tinggal di Denpasar.

“Saya orang Jawa Timur, saya membawa ini ikut tergerak menghibur pengungsi,” ujar AKBP Djoni Widodo.

Seniman reog itu sendiri, selain terdiri dari warga sipil, juga sebagian terdiri dari anggota Kepolisian.

Dijelaskan Djoni, walau perantauan, seniman ini sudah biasa menghibur masyarakat. “Untuk kali ini murni kegiatan sosial, tidak ada pembiayaan apa-apa. Ini murni untuk menghibur,” terangnya.

AKBP Djoni berjanji, aksi hiburan reog ini tidak hanya dilakukan kali ini saja. “Kami akan agendakan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, aksi seni kemarin dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra. “Kami berterima kasih dengan kehadiran ini. Kami ajak kepada seniman lagi ikut ambil bagian di sini,” ujar Mahayastra.

Salah satu pengungsi Sutasoma, Kadek Agus Mardika, asal Banjar Linggasana, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, mengaku senang dengan kehadiran hiburan tersebut.

“Saya senang, lumayan, ada api, kuda lumpingnya,” ujar siswa SMPN 3 Bebandem yang sekolah sementara di SMPN 2 Sukawati itu. Dia berharap hiburan macam ini rutin digelar.

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]

Related Posts