Kapolda Jabar Ajak Majelis Taklim Selalu Bersatu Padu Menangkal Paham dan Gerakan Radikal

 

Tribratanews.com – Kepala kepolisian daerah Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan hadiri kegiatan Silaturahmi dalam rangka Halal Bihalal Keluarga Besar Majelis Ta’lim Yayasan Al-Falah PP Polri Jawa Barat, di Aula Yayasan Al-Falah PP Polri Daerah Jawa Barat Jalan KBR Tegallega Bandung, Rabu (26-07-2017).

Pada kegiatan tersebut hadir mantan Waka Polri Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Permana, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hendra Permana, Brigjen Pol (Purn) H. Syamsudin Jafar, KH. Nur Muttaqim, serta para Warakawuri.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan yang memberikan sambutan di depan para tamu undangan mengajak para pengurus dan anggota keluarga besar Yayasan Al-Falaah agar bersama sama, bersatu padu senantiasa menjalin silaturahim, bersatu menangkal radikalisme dan gerakan gerakan radikal.

Karena, kata dia, dari beberapa kejadian teror bom yang terjadi baik yang terjadi di luar Jawa Barat dan yang terjadi di wilayah Jawa Barat, semuanya mengatasnamakan Islam,

“Islam model mana yang harus membunuh sesama Islam, ini kan tidak sesuai, mereka mengatakan syariat Islam, mereka mengatakan Khilafah, yah mohon maaf, Nabi Muhammad SAW saja ketika mendirikan sebuah negara tidak berdasarkan syariat Islam, karena dasar negara Madinah itu adalah Piagam Madinah” Jelas Anton Charliyan.

Pada jaman Rasulullah SAW, kata Anton Charliyan, di saat mendirikan negara Madinah ada 11 suku yang bertentangan maka di bikinlah piagam Madinah, bahkan ada salah satu didalam pasal 39 mengatakan siapa pun juga yang menandatangani piagam Madinah tersebut adalah termasuk sekutu sekutunya dan di lindungi.

“Dan muslim dengan sesama muslim tidak boleh saling membunuh, muslin dengan yahudi tidak boleh saling membunuh, kecuali izin Rasulullah” Ungkap Anton Charliyan.

[tribratanews.com/heri susanto]

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Related Posts