Kapolda Bali Tegaskan Komitmen untuk Menjaga Keamanan Bali dan Wisatawan

Tribratanews.com – Kapolda Bali, Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol Drs I Gede Alit Widana SH, MSi, Karo Ops, Dir Intelkam, dan Kabid Propam Polda Bali, menerima kunjungan kerja dari European Union yang dipimpin oleh Minister/Deputy Head of Delegation of The European Union Mr Charles Michel Geurts, bertempat di Ruang Tamu Wakapolda Bali, Selasa (24-10-2017).

Adapun agenda utama kunjungan kerja ini adalah untuk melakukan pendekatan dengan otoritas lokal terkait guna membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kekonsuleran sekaligus melihat potensi pariwisata Bali, sehingga diharapkan dapat menambah jumlah wisatawan asing dari negara-negara Uni Eropa.

Dalam pertemuan, Mr Charles Michel Geurts berterima kasih atas penerimaannya. Selanjutnya menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungannya adalah untuk meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah dan juga Kepolisian Daerah Bali, mengingat turis Eropa yang berkunjung ke Bali semakin meningkat.

“Kami selalu mengingatkan kepada warga untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di suatu negara yang disinggahi termasuk Indonesia,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya di Polda Bali. Selanjutnya menyampaikan terkait situasi dan kondisi di Bali. Dimana, sampai dengan saat ini keamanan di Bali masih cukup kondusif. Walaupun Gunung Agung berstatus awas, namun wisatawan masih bisa berkunjung ke Bali dalam radius yang telah ditentukan.

Jenderal bintang dua ini juga menyampaikan bahwa Polda Bali berkomitmen untuk menjaga keamanan Bali dan wisatawan yang datang untuk berlibur. Untuk itu, berbagai kebijakan telah dibuat selama menjabat kurang lebih 10 bulan. Di antaranya, membentuk satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime) yang difokuskan untuk menangani kejahatan terorganisir, kejahatan terorisme, narkotika, cyber crime, trafficking, dan sea piracy.

Selain itu, Kapolda Bali juga mengatakan telah membentuk tim SABATA yang dilatih dan difokuskan pada street crime seperti pencurian dengan kekerasan.

“Selain membentuk CTOC dan SABATA, saya juga sebagai penggagas terciptanya aplikasi Salak Bali. Aplikasi ini berfungsi untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan atau informasi Kepolisian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jenderal asal Manado ini mengaku telah memerintahkan personel Polda Bali dan jajaran untuk melaksanakan pengaturan lalu-lintas atau PH (Police Hazard). Hal ini dilakukan untuk menciptakan kelancaran arus lalu-lintas dan meminimalkan pelanggaran. Dengan adanya Polisi di tengah-tengah masyarakat, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga.

Keamanan dan kenyamanan obyek wisata di Bali juga menjadi perhatian serius jajaran Polda Bali. Mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia, maka Polda Bali telah menempatkan Polisi Pariwisata di masing-masing Polres. Polisi Pariwiata ini sudah dibekali dengan kemampuan berbahasa Inggris. Sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan mampu berkomunikasi dengan wisatawan asing, baik untuk memberikan informasi tentang obyek wisata maupun menerima pengaduan.

Disinggung terkait proses penangkapan dan penahanan terhadap warga negara asing (WNA) yang melakukan pelanggaran, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menegaskan bahwa Polda Bali melakukan penangkapan dan dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operating Prosedure) yang berlaku.

“Wisatawan yang melanggar hukum di Bali harus tetap tunduk terhadap Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” tegasnya.

Sementara, Mr Charles Michel Geurts mengapresiasi kebijakan-kebijakan yang telah dibentuk oleh Kapolda Bali. Pihaknya mengharapkan ke depannya dapat terus ditingkatkan lagi dan memohon kepada Kapolda Bali untuk meng-upgrade aplikasi Salak Bali agar tersedia layanan dalam bahasa inggris. Sehingga, aplikasi ini dapat bermanfaat juga bagi WNA yang sedang berkunjung/liburan di Bali.

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]

Related Posts