Kapolda Bali Tegaskan Gunung Agung Hanya Mengalami Erupsi Freatik, Bukan Magmatik

Tribratanews.com – Gunung Agung masih dinyatakan pada status siaga. Namun banyak warga bertanya-tanya, terkait adanya awan hitam setinggi 600 sampai dengan 700 meter tersebut.

Adanya peristiwa tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose didampingi Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Drs I Nyoman Sumanajaya dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana SIK, M.Si mengelar jumpa pers di Posko Ops Aman Nusa Agung II-2017 di Desa Yeh Malet, Manggis, Karangasem, Selasa (21/11/2017).

Di hadaapan awak media Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose mengatakan, ketika menerima laporan dari Kapolres Karangasem, pihaknya langsung melaksanakan konsolidasi dengan seruluh aparat yang dikoordinasikan oleh Karo Ops Polda Bali. Kemudian informasi tersebut dicek melalui pengamatan secara visual. Warga justru menonton awan hitam itu.

“Yang perlu saya sampaikan bahwa tidak ada kepanikan dari warga, karena kalau kita secara visual kita lihat itu adalah boleh dikatakan erupsi tetapi adalah erupsi freatik. Ini hanya uap, jadi tidak ada magmatik. Jadi tidak ada goncangan-goncangan yang muncul. Tidak ada juga perubahan suhu air yang ada di wilayah yang dilihat dan dilaporkan oleh masyarakat kepada anggota saya yang berada di gunung,” kata Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose.

Erupsi freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung. Erupsi freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang disebut erupsi freatik. Letusan dari erupsi freatik mengeluarkan material padat yang terlempar akibat tekanan dari uap tadi.

Dijelaskannya, pemantauan terhadap bencana Gunung Agung melibatkan seluruh stake holders serta interfungsi yang berada di Polda Bali, seperti Biro Operasi, Direktorat Sabhara dan Polres Karangasem yang berhadapan langsung dengan situasi di lapangan.

“Tugas kita untuk menjaga keamanan dan mengevakuasi warga agar tidak ada korban jiwa. Sekali lagi saya tegaskan tidak ada erupsi magmatik yaitu erupsi yang mengeluarkan magma, yang terjadi hanya erupsi freatik,” tegasnya.

Jenderal bintang dua ini sangat menyayangkan banyaknya beredar informasi di media sosial yang sudah menyatakan Gunung Agung mengeluarkan magma. Kapolda pun meminta kepada media agar tidak menyampaikan informasi yang berlebihan kepada masyarakat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak menyebarkan berita yang berlebihan, sehingga sampai ke dunia seakan-akan Bali ini sudah erupsi,” imbuhnya.

 

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]

Related Posts