Kakorlantas Polri Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Ketinggian 1.200 Mdpl

Tribratanews.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di ketinggian 1.200 mdpl di Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17-08-2017).

Desa Wae Rebo berada di barat daya kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk bisa sampai ke lokasi memang tidak mudah karena letaknya yang di atas gunung.

Perlu tenaga ekstra untuk melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 3 sampai dengan 4 jam. Ini semua tergantung dari kondisi fisik karena trekking menuju desa Wae Rebo mendaki sejauh 7 km.

Dengan semangat dan tekad untuk mengibarkan bendera merah putih pada saat HUT RI ke-72 tidak meyurutkan langkah Kakorlantas bersama rombongan untuk tiba di lokasi.

Rangkaian parade digelar sejak awal keberangkatan menuju Desa Wae Rebo, mulai dari pawai bendera secara estafet yang dilakukan dari rumah adat ke rumah adat utama di Desa Wae Rebo untuk dikibarkan diatas rumah adat utama tersebut.

Upacara pengibaran bendera dilakukan Kakorlantas bersama jajaran Polda NTT, dan Kakorlantas Polri bertindak langsung sebagai Irup upacara, sedangkan komandan upacara dipimpin oleh Kasatlantas Polres Manggarai AKP A Rizki Fardian.

Upacara digelar bersama para suku adat asli Wae Rebo serta beberapa wisatawan asing dan lokal. Pengibaran bendera dilakukan Kakorlantas di Desa Wae Rebo sejak Pukul 08.00 – 09.00.

Dikatakannya, alasan dilakukan upacara di Desa Wae Rebo karena selama ini suku adat Manggarai juga merupakan bangsa Indonesia, walau lokasi tempat tinggalnya yang jauh dari kota, namun semangat para suku Manggarai mencintai Indonesia sangat dalam, terbukti dengan terbukanya para suku Manggarai dengan kedatangan wisatawan lokal maupun asing, serta mereka juga mengenalkan budaya-budaya yang ada di lingkungan desa Wae Rebo. Oleh karena itu tidak salah jika Kakorlantas memilih untuk mengibarkan bendera Merah Putih disini.

“Melalui upacara ini, saya juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia, bahwa masyarakat di desa Wae Rebo masih cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia,” kata Royke.

Kakorlantas juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Wae Rebo atas penerimaan kedatangannya disini, serta keramahtamahan penduduknya.

“Terimakasih atas sambutan hangat penduduk sini, saya salut akan penduduk Wae Rebo yang tetap semangat menjaga persatuan dan dapat bertahan hidup di antara pegunungan serta jauh dari keramaian”, ucap Kakorlantas.

Di akhir sambutan, Kakorlantas juga menitipkan pesan kepada para penduduk Desa Wae Rebo, agar selalu dapat hidup berdampingan sesuai dengan pedoman negara Indonesia, hidup gotong-royong, saling membantu dan jaga selalu persatuan NKRI.

“Tetap semangat, tetap eksis, hidup bahagia, hidup berdampingan, jaga persatuan Rebublik Indonesia. Karena kita dari Sabang sampai Merauke semua bersaudara”, tutup Kakorlantas.

Usai upacara pengibaran bendera, Kakorlantas Polri menyerahkan bantuan rak buku untuk taman baca di Desa Wae Rebo, genset dan speaker wireless untuk masyarakat adat setempat.

 

[Tribratanews.com/NTMC]

Related Posts