Kaki Lima Petani Trowulan Mojokerto Melepuh Diduga, Injak Limbah Batu Bara

Tribratanews.com – Polsek Trowulan Polres Mojokerto, akhirnya turun tangan melakukan penyelidikan terkait limbah batu bara yang menyebabkan lima korban mengalami luka bakar di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Polisi akan meminta keterangan saksi dan menggandeng Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Kanit Reskrim Polsek Trowulan, Ipda Agung Hariyanto mengaku, baru mendapatkan informasi jika ada beberapa warga yang kakinya cedera karena bara api di sawah.

“Setelah dicek, di lokasi itu katanya pernah dikasih uruk entah limbah atau bukan kami belum tahu,” ungkapnya, Rabu (16-08-2017).

Namun, sebelumnya warga tidak ada yang melapor jika ada lima warga mengalami luka bakar karena dampak dari limbah tersebut. Menurutnya, pihaknya belum tahu siapa yang membuang dugaan limbah itu ke lokasi tersebut. Pihaknya juga mengaku tidak berani memastikan siapa yang membuang.

“Siapa yang buang, kita belum bisa memastikan karena kami masih proses penyelidikan. Siapa yang bertanggungjawab dan siapa yang diduga membuang limbah di sawah. Kami akan panggil orang-orang yang berwenang tapi kita belum sampai kesitu, masih menindaklanjuti korban luka akibat diduga karena bara api dari limbah itu,” katanya.

Dugaan awal, tegas Kanit Reskrim, ada lima warga mengalami luka bakar di bagian kaki dan kejadian dua minggu lalu. Luka bakar tersebut berupa luka melempuh karena panas di bagian telapak kaki dan ada yang sampai di atad lutut. Para korban tidak mengetahui adanya dugaan limbah tersebut karena tertutup jerami.

“Sehingga saat diinjak, kaki masuk dan rasanya seperti terbakar, panas sehingga kulit melepuh. Warga tidak tahu, permukaan dingin tidak ada asap tapi kaki berpijak langsung masuk dan keluar merasakan panas seperti terbakar. Mungkin digunakan untuk uruk dan sejenisnya karena ini jalan desa dan sepertinya upaya pelebaran jalan,” ujarnya.

Kanit Reskrim menjelaskan, perangkat desa belum diperiksa. Namun pihaknya akan memanggil siapa yang bertanggungjawab. Seperti pengurukan menggunakan apa dan apakah material sudah sesuai atau tidak. Jika positif limbah, tegas Kanit Reskrim, pihaknya akan menggandeng BLH Kabupaten Mojokerto.

“Perangkat desa akan kita minta keterangan, jika positif limbah maka akan tindaklanjuti. Belum dilakukan pengambilan sampel, jika sudah proses penyelidikan pasti kita akan meminta pendampingan saksi ahli (BLH, red) dan yang berwenang menaruh barang disini. Kita masih proses lidik karena baru dapat informasi ini,” pungkasnya.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Mojokerto – Polda Jatim]

 

Related Posts