Kabaharkam: Polmas Berikan Semangat Baru Bagi Polri dalam Harkamtibmas

Tribratanews.com – Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH, menghadiri Annual Meeting VIII Alumni Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) yang tergabung dalam Wadah Ikatan Sakura Indonesia (ISI), bertempat di Ball Room Hotel Lor In Sentul Bogor, Jawa Barat, Senin (21-08-2017).

Dalam kegiatan yang bertema “Penguatan Community Policing untuk Mencapai Satu Tujuan Melalui Seribu Gaya” ini, Kabaharkam mengakui bahwa pemahaman tentang fungsi dan tugas Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) seakan mendapatkan semangat baru dengan adanya konsep community policing.

Menurutnya, tidak dapat dipungkiri oleh Polri bahwa kerjasama Polri-JICA memberikan konstribusi positif akan tumbuh kembangnya kembali pemahaman dan peranan tugas yang erat kaitannya dengan kegiatan sambang, tatap muka, serta bimbingan dan penyuluhan.

Dimana sebelumnya, orientasi pandangan masyarakat terhadap tugas Polri, maupun orientasi internal Polri sendiri, dititikberatkan pada upaya-upaya pengungkapan berbagai kejahatan sebagai ukuran keberhasilan tugas Polisi. Bahkan banyak insan Polri lebih tertarik pada fungsi tugas pengungkapan kejahatan daripada fungsi pencegahan kejahatan yang pada hakikatnya dihasilkan oleh kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pengiriman para Perwira Polri ke Jepang, untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas community policing oleh Kepolisian Jepang pada tahun 2002 dan berlanjut sampai sekarang, telah menggairahkan kembali pelaksanaan fungsi tugas tersebut. Perlu diakui bahwa Keputusan Kapolri Nomor 737 Tahun 2005 tentang Tugas Pemolisian Masyarakat, yang merupakan era kebangkitan pemahaman akan tugas tersebut di lingkungan Polri, banyak mendapatkan sumbangan pemikiran dan gagasan dari para Perwira yang dikirim ke Jepang untuk kegiatan di atas,” kata Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.

Selain itu, Kabaharkam menambahkan, community policing di Indonesia, yang selanjutnya dikenal dengan Polmas, juga telah disokong oleh ditambahkannya kurikulum di berbagai Lembaga Pendidikan Polri, baik pada pendidikan pembentukan maupun pendidikan lanjutan hingga pendidikan para pimpinan Polri pada tingkat menengah maupun tinggi.

“Bila diibaratkan dengan agen perubahan, maka para Perwira yang mendapatkan pengalaman melihat secara langsung implementasi community policing di Jepang merupakan bagian dari agen-agen perubahan. Dengan berbagai inovasi dan karakteristik daerah penugasan, mereka mengimplementasikan kebijakan Polri yang didasari keputusan Kapolri Nomor 737 Tahun 2005 tersebut dan telah menghasilkan dinamika serta gairah pelaksanaan tugas-tugas Polri umumnya,” katanya.

Komjen Pol Putut Eko Bayuseno menjelaskan, berdasarkan sosiologi hukum, penegakan hukum dalam arti sempit yaitu represif hanyalah merupakan bagian dari penegakan hukum dalam arti luas. Sementara pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang diimplementasikan dalam kegiatan sambang, tatap muka, serta bimbingan dan penyuluhan, serta program-program kunjungan dengan berbagai inovasi kegiatan community policing adalah merupakan kegiatan penegakan hukum dalam konteks yang lebih luas.

“Karena melalui kegiatan-kegiatan tersebut Polri berupaya agar nilai-nilai hukum tetap terjaga dan hidup di tengah-tengah masyarakat dan ditaati oleh masyarakat,” katanya.

[Tribratanes.com/AKP Bambang AS]

Related Posts