Jenderal Promoter yang Tak Kenal Kata Puas

Oleh: Iman Firmansyah

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Tito Karnavian, bertekad menjadikan institusi yang dipimpinnya semakin profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).

Pada evaluasi jelang 100 hari pertama menjabat sebagai Kapolri, yang digelar di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11-10-2016) lalu, Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku tidak puas dengan hasil pelaksanaan visi Promoter yang digaungkannya.

Selain karena faktor besarnya institusi Polri secara personel, menurut Jenderal Pol Tito Karnavian, salah satu yang menjadi penyebab Promoter tak membuahkan kemajuan maksimal adalah kurangnya kesadaran anggota akan pentingnya kepercayaan masyarakat.

“Mereka belum menyadari bagaimana pentingnya ‘public trust’, mereka belum menyadari pentingnya peran mereka,” kata Kapolri waktu itu.

Dan saat ini, menjelang 200 hari kepemimpinannya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kembali mengaku belum puas dengan pencapaian pelaksanaan visi Promoter-nya. Padahal, survei di akhir tahun 2016 menunjukkan kepercayaan publik kepada institusi Polri naik hingga 71,1%.

“Saya masih belum begitu ‘sreg’ dengan hasil ini. Saya meminta jajaran Polda untuk bekerja lebih keras, dalam rangka untuk meningkatkan kinerja masing-masing, lebih profesional, layanan publik yang lebih baik berbasis IT, kemudian juga harkamtibmas di bidang kerusuhan massal jangan sampai terjadi atau sangat minimal, kemudian juga penanganan kasus narkoba yang lebih tegas, terutama bandar-bandarnya itu, kemudian juga penanganan kasus-kasus intoleransi, dan lain-lain,” jelas Kapolri di sela-sela kegiatan Rapim Polri 2017, yang berlangsung selama tiga hari di Auditorium PTIK Jakarta, 25-27 Januari 2017.

Rapim itu mengangkat tema “Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada Serentak Tahun 2017”. Rapim membahas rencana kerja tahun 2017, dimana fokus utamanya adalah pengamanan Imlek dan Pilkada Serentak 2017.

“Kita berusaha untuk menyamakan langkah visi kita. Tahun 2017 inilah yang banyak tantangan, penuh dinamika. Di antaranya adalah Pilkada di 101 titik,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian saat membuka Rapim.

Selain itu, Kapolri juga menekankan tentang pemeliharaan kamtibmas. Agar sedini mungkin di wilayah tidak terjadi kerusuhan, dan dapat dilakukan langkah-langkah dengan lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.

“Bangun hubungan baik dengan masyarakat. Buat kegiatan mendekatkan masyarakat dengan Polisi. Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tapi juga secara preventif membangun keamanan dan ketertiban. Ini senjata lunak untuk mencairkan hubungan dengan masyarakat,” perintah Jenderal Pol Tito Karnavian kepada jajarannya kala menutup Rapim Polri 2017.

Jenderal Pol Tito Karnavian bertekad akan terus menggaungkan visi Promoter sampai hasil paling maksimal. Sebagai rangsangan terhadap anggota untuk terus meningkatkan kinerja, ia berupaya akan mengajukan kenaikan remunerasi.

“Kita akan mengusulkan remunerasi. Karena angka penilaian untuk Polri cukup baik. Dari BPK, WTP (wajar tanpa pengecualian), tanpa catatan selama empat tahun berturut-turut ini, ini baik. Angka kinerja kita dari Menpan juga BB, ini sangat baik. Kemudian juga angka reformasi birokrasi juga BB. Dengan tiga angka itu, maka Polri boleh mengajukan usulan untuk penambahan kenaikan tunjangan kinerja. Kita akan mengajukan sebanyak 70% bersama-sama Menpan. Tapi semua tergantung keuangan Negara,” katanya.

Sebagai konsekuensinya, Menteri Keuangan meminta Polri membantu untuk meningkatkan pendapatan Negara terutama dari sektor pajak, bea masuk, bea keluar, dan cukai. Ini artinya Polri akan membantu Dirjen Pajak serta Dirjen Bea dan Cukai untuk menggenjot pendapatan. [*]

Tulisan terkait:

Related Posts