Istri Cari Nafkah, Suami yang Pengangguran Geranyangi Anak Kandungnya Hingga Hamil

Foto: Istimewa

Tribratanews.com – Kepolisian Tesor Jember kembali mengamankan seorang pria berinisial SU (44), warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tersangka SU diringkus di kediamannya setelah pihak kepolisian menerima aduan tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh SU terhadap anaknya sendiri.

Hal itu dibenarkan oleh Wakapolres Jember, Kompol Edo Satya Kentriko. Menurut Edo, tersangka SU adalah seorang pria pengangguran, untuk menafkahi keluarganya, istri tersangka yang bekerja sehari-hari mencari nafkah, kesempatan inilah yang dimanfaatkan tersangka melancarkan aksi bejatnya kepada anak kandungnya.

“Setiap pagi istri SU keluar mencari nafkah, setiap kali itu juga SU menggagahi anaknya yang berinisil F yang masih berusia 13 tahun. Modusnya, SU mengancam hendak menyakiti anaknya bila menolak, sang anak yang merasa terancam terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya. Setelah melancarkan aksinya, SU lagi-lagi mengancam hendak membunuh korban bila menceritakan hal tersebut kepada siapa pun,” jelas Edo menirukan kesaksian pelaku, Senin (09-10-2017).

Perbuatan cabul pelaku berlangsung cukup lama, F yang masih duduk di bangku kelas dua di salah satu sekolah menengah pertama di Kecamatan Silo, tidak tau hendak berbuat apa. Setiap hari korban terlihat murung seakan memendam satu permasalahan berat, hingga akhirnya korban jatuh sakit.

Ibu korban yang panik dengan kondisi anaknya, langsung mengantar korban ke rumah sakit. “Di situlah perbuatan bejat pelaku terungkap. Dokter memvonis korban F sedang hamil empat bulan,” terang Edo.

Ibu korban yang mendengar ucapan dokter langsung memberondong pertanyaan kepada korban, korban yang tidak bisa lagi mengelak langsung mengatakan secara jujur bahwa bapak kandungnyalah yang melakukan perbuatan nista itu. Setelah itu, ibu korban yang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, membawa korban pulang dan mengamuk sejadi-jadinya.

Tetangga korban yang mendengar pertengkaran antara ibu korban dan pelaku, ramai-ramai berdatangan melerai dan menangkap pelaku, beberapa di antaranya merasa geram dengan ulah pelaku, beruntung tidak sampai main hakim sendiri.

“Pelaku kemudian diserahkan ke pihak kepolisian, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Jember guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Apabila terbukti, maka pelaku melanggar undang undang tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur maka ancaman hukumannya berat, bisa sampai 20 tahun bahkan lebih,” ungkap Edo. (Heri Siswanto)

[Tribratanews.com]

Related Posts